FIA, badan pengatur Formula 1, mengecam keras perundungan daring yang ditujukan kepada para steward balapan F1 setelah keputusan mereka menjatuhkan penalti kepada pembalap Alpine, Franco Colapinto, di Zandvoort. Keputusan tersebut memicu reaksi negatif yang meluas, tidak hanya dari penggemar tetapi juga dari sponsor pembalap asal Argentina itu.
Colapinto dan pembalap Racing Bulls, Arvid Lindblad, sama-sama menerima penalti drive-through karena menyalip di bawah bendera kuning ganda pada lap pertama Grand Prix Belanda. Insiden ini terjadi saat bendera kuning dikibarkan menyusul kecelakaan besar yang melibatkan Max Verstappen dari Red Bull, yang menyebabkan netralisasi sektor marshal terakhir hingga garis start-finis. Colapinto menyalip Yuki Tsunoda saat keluar dari tikungan terakhir Zandvoort, sementara Lindblad mendraft melewati Pierre Gasly sebelum melewati garis finis.
Steward FIA dalam putusannya menulis bahwa Colapinto berada di belakang Tsunoda saat memasuki Tikungan 14 dan menyalip di sektor bendera kuning ganda sebelum garis akhir lap 1. Mereka mengakui komplikasi akibat banyaknya puing di lintasan sebagai faktor yang meringankan, namun tetap menjatuhkan penalti sesuai aturan. Colapinto sendiri menilai hukuman tersebut "sangat berat", mengingat ia menyalip hanya sesaat setelah bendera kuning dikibarkan.

Kontroversi semakin memanas setelah sponsor Colapinto, Mercado Libre, melalui chief marketing officer-nya, Sean Summers, meragukan integritas steward FIA di media sosial. Pernyataan tersebut memicu gelombang ancaman dan pelecehan terhadap steward, serta akun media sosial Alpine yang dianggap kurang mendukung Colapinto. Menanggapi hal ini, Alpine menyatakan kepercayaan penuh mereka terhadap FIA dan steward dalam menegakkan aturan balapan.
FIA menekankan bahwa keselamatan adalah prioritas utama dan pelanggaran terkait bendera kuning ditangani dengan sangat serius. Meskipun ada faktor yang meringankan, aturan tetap harus ditegakkan untuk menjaga integritas olahraga. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya menghormati keputusan ofisial balapan, meskipun terkadang terasa tidak adil bagi sebagian pihak.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!