SPONSORED

FIA Dorong Kembalinya Mesin V8 F1 Lebih Cepat pada 2030

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
FIA Dorong Kembalinya Mesin V8 F1 Lebih Cepat pada 2030
TO NEWS OVERVIEW
V8 power has not been seen in F1 since 2013, but FIA president Mohammed Ben Sulayem is keen for them to be back in the sport

Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem berupaya untuk menghadirkan kembali mesin V8 beserta raungan ikoniknya satu tahun lebih awal dari jadwal semula ke ajang Formula 1. Namun, rencana ambisius ini memerlukan dukungan penuh dari para pabrikan agar transisi menuju regulasi baru tersebut dapat dipercepat pada musim 2030 mendatang.

Wacana perubahan besar pada sektor mesin ini muncul tidak lama setelah regulasi unit daya terbaru diperkenalkan. Aturan pembagian tenaga yang berlaku saat ini kerap menuai kritik tajam dari para pembalap maupun penggemar setia, sehingga memicu diskusi berkelanjutan di paddock mengenai siklus mesin masa depan ajang balap jet darat ini.

Sejak regulasi anyar diterapkan, para pembalap terpaksa mengubah gaya membalap mereka secara drastis demi mengelola penyaluran energi listrik. Peran tenaga listrik kini menjadi faktor sentral dalam pertarungan jarak dekat di lintasan, meskipun para pengkritik menilai sensasi balapan telah menjadi terlalu artifisial.

Eksplorasi Fashion F1 GP Amerika Serikat 2026: Denim, Topi Cowboy, dan Godzilla
Baca JugaEksplorasi Fashion F1 GP Amerika Serikat 2026: Denim, Topi Cowboy, dan Godzilla

Sebagai respons atas penolakan terhadap rasio tenaga listrik dan termal yang dinilai kurang ideal, otoritas tertinggi balap mobil dunia tersebut sebelumnya telah menyetujui penyesuaian rasio hibrida. Perubahan tersebut dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada tahun-tahun mendatang sebelum wacana mesin V8 mengemuka.

ADVERTISEMENT

Berbicara di sela-sela pengumuman resmi Grand Prix Rwanda, Ben Sulayem menegaskan bahwa kesepakatan ini harus tercapai. "Itu akan disetujui, karena jika tidak ada V8, mungkin akan ada V16 jika mereka tidak mau mengambil V8, dan mereka mengetahuinya," ujar petinggi asal Uni Emirat Arab tersebut.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU