SPONSORED

Fermin Aldeguer Realistis Tatap MotoGP Indonesia 2026

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Fermin Aldeguer Realistis Tatap MotoGP Indonesia 2026
TO NEWS OVERVIEW
Fermin Aldeguer feels he's in the wrong "moment" to repeat his Indonesia MotoGP win from 2025. © Gold & Goose

Pernah berdiri di podium tertinggi Sirkuit Mandalika tahun lalu, Fermin Aldeguer kini harus menghadapi kenyataan yang jauh berbeda menjelang akhir pekan balapan. Pembalap asal Spanyol ini mengakui bahwa dirinya tidak berada dalam momentum yang sama untuk mengulangi kejayaan tersebut pada musim 2026. Musim lalu, ia tampil begitu dominan dengan keunggulan hampir tujuh detik di depan Pedro Acosta, sementara Marco Bezzecchi harus tersingkir akibat kecelakaan di tikungan pertama.

Kilas balik ke belakang, performa gemilang di Mandalika musim lalu didukung oleh rangkaian hasil positif yang konsisten, termasuk finis di posisi kedua di Austria. Namun, situasi tersebut berbanding terbalik dengan musim ini. Serangkaian cedera berat—mulai dari awal musim hingga insiden di MotoGP Belanda—membuat pembalap Gresini Racing ini baru mengumpulkan satu podium saja dari 16 balapan yang telah dilewati.

"Saya tahu bahwa saya tidak berada di momen yang sama seperti tahun lalu," ujar Fermin Aldeguer ketika memberikan keterangan pers menjelang seri Indonesia. Ia menambahkan bahwa konsistensi di jajaran lima besar yang dirasakannya tahun lalu sangat kontras dengan kesulitan beradaptasi dan masalah fisik akibat cedera yang mendera sepanjang tahun ini. Kendati demikian, karakter lintasan Mandalika tetap memberikan secercah harapan karena ia memiliki catatan positif sejak era Moto2.

Raul Fernandez Ungkap Kunci Kebangkitan Aprilia di MotoGP
Baca JugaRaul Fernandez Ungkap Kunci Kebangkitan Aprilia di MotoGP

Selain membahas peluangnya di lintasan, Fermin Aldeguer turut mengomentari rencana perubahan format akhir pekan MotoGP yang mulai diberlakukan pada 2027. Format baru ini mencakup pemangkasan waktu latihan bebas, penerapan sesi kualifikasi tambahan untuk Sprint pada Jumat sore, serta ketiadaan sesi Warm Up pada Minggu pagi. Menurutnya, regulasi anyar ini membawa kombinasi sisi positif dan negatif tersendiri bagi para pembalap.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari Crash.net, ia menyoroti potensi risiko tinggi saat 22 pembalap turun bersamaan dalam sesi kualifikasi Q1 selama 15 menit, yang dikhawatirkan memicu lebih banyak kibaran bendera kuning. Di sisi lain, pengurangan durasi di atas lintasan dinilai cukup membantu kondisi fisik pembalap serta memberikan fleksibilitas strategi yang lebih luas andai mengalami hari Jumat yang buruk. Mengenai hilangnya sesi Warm Up, ia merasa sesi latihan singkat sebelum balapan sebenarnya krusial untuk pemanasan tubuh dan pengecekan akhir motor pasca insiden hari Sabtu.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU