SPONSORED

Fabio Di Giannantonio Nilai Tes Pirelli Tidak Adil

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Fabio Di Giannantonio Nilai Tes Pirelli Tidak Adil TO NEWS OVERVIEW
© Gold and Goose

MotoGP, Sportrik Media - Fabio Di Giannantonio menilai terdapat aspek yang tidak adil dalam tes motor MotoGP 850cc dan ban Pirelli di Brno, karena tidak seluruh pembalap mendapat kesempatan memberikan masukan. Pembalap VR46 Racing Team tersebut tidak dimasukkan dalam program Ducati untuk tes Senin setelah Grand Prix Ceko, ketika pabrikan mulai mengumpulkan data langsung dari pembalap reguler menjelang perubahan regulasi 2027.

Tes Brno akan menjadi kesempatan resmi pertama bagi banyak pembalap aktif untuk mencoba prototipe 850cc dan memahami karakter ban yang akan menggantikan Michelin pada musim depan. Namun, pabrikan membatasi akses bagi pembalap yang diperkirakan akan meninggalkan proyek mereka pada akhir 2026. Di Giannantonio dan Fabio Quartararo termasuk pembalap yang tidak dijadwalkan turun, karena tim saat ini dinilai tidak ingin memberikan informasi mengenai motor 2027 kepada calon anggota pabrikan rival.

Di Giannantonio tidak menganggap kehilangan satu hari tes secara otomatis akan menciptakan kerugian besar dalam kecepatan. Pengalamannya menunjukkan pembalap tetap dapat beradaptasi dengan cepat meski melewatkan sebagian program pengujian. Namun, persoalan yang lebih penting menurutnya adalah arah pengembangan ban dapat dibentuk oleh kelompok pembalap dengan gaya berkendara tertentu, sementara karakter dan kebutuhan pembalap lain tidak ikut dipertimbangkan sejak tahap awal.

Marc Marquez Merasa Lebih Kuat Usai Cedera
Baca JugaMarc Marquez Merasa Lebih Kuat Usai Cedera

“Hal yang menurut saya tidak benar-benar adil adalah beberapa pembalap sudah dapat memberikan komentar kepada Pirelli, sementara mereka mungkin memiliki gaya berkendara yang sangat berbeda dengan Anda. Jadi Pirelli tidak dapat mendengar masukan dari seluruh pembalap,” kata Di Giannantonio menjelang Grand Prix Ceko.

ADVERTISEMENT

Perbedaan gaya berkendara dapat menghasilkan tuntutan ban yang tidak sama. Pembalap yang mengandalkan pengereman keras membutuhkan stabilitas kuat pada konstruksi depan, sementara pembalap dengan kecepatan menikung tinggi dapat lebih sensitif terhadap fleksibilitas karkas dan kemampuan ban mempertahankan grip pada sudut kemiringan besar. Masukan mengenai traksi belakang, pemanasan ban, degradasi, dan respons ketika melakukan perubahan arah juga dapat berbeda antara satu pembalap dan lainnya. Apabila data awal hanya berasal dari kelompok terbatas, spesifikasi pengembangan berpotensi lebih sesuai untuk karakter tertentu.

Di Giannantonio juga menilai ketimpangan tersebut dapat memengaruhi pengembangan motor. Pembalap yang mengikuti tes akan memberikan informasi mengenai hubungan antara ban Pirelli, sasis 850cc, sistem elektronik, dan karakter penyaluran tenaga. Pabrikan dapat menggunakan data itu untuk menentukan geometri, distribusi berat, engine braking, serta keseimbangan motor lebih awal. Pembalap yang pindah tim pada 2027 baru dapat memberi masukan setelah bergabung dengan proyek barunya, ketika sebagian keputusan teknis dasar mungkin telah dibuat.

Dalam konteks Ducati saat ini, Di Giannantonio mengakui penggunaan Marc Marquez dan Fermin Aldeguer tetap menguntungkan bagi dirinya selama masih mengendarai Desmosedici. Umpan balik kedua pembalap akan masuk ke basis data Ducati dan dapat membantu seluruh motor pabrikan Italia. Namun, manfaat tersebut tidak menghapus persoalan jangka panjang bagi pembalap yang akan menggunakan motor dari pabrikan berbeda pada musim berikutnya.

ADVERTISEMENT

“Saya memakai seragam Ducati, jadi apabila Marc dan Aldeguer mengendarai motor tersebut, bagi saya sebagai pembalap Ducati saat ini itu sempurna. Namun, untuk masa depan, semua pembalap lain tidak mengetahuinya. Saya pikir situasi ini tidak adil untuk setiap pabrikan, setiap pembalap, dan juga Pirelli,” ujarnya. Brno karena itu bukan hanya tes teknis pertama untuk era 850cc, tetapi juga awal perdebatan mengenai apakah seluruh pembalap seharusnya memperoleh akses yang lebih setara. Hasil pengujian akan menentukan arah awal adaptasi sebelum MotoGP memasuki fase tes 2027 berikutnya.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU