SPONSORED

Evans Bela Pajari: Kritik Itu Tidak Adil

Notifikasi
Luki Hidayatudin
Luki Hidayatudin
0
Evans Bela Pajari: Kritik Itu Tidak Adil TO NEWS OVERVIEW
Elfyn Evans. Photo: TGR WRT

Elfyn Evans angkat bicara. Pebalap Toyota itu dengan tegas membela rekan setimnya, Sami Pajari, yang dinilainya kerap menerima kritik tidak adil sejak naik ke kelas utama World Rally Championship (WRC). Menjelang akhir musim, Evans unggul 30 poin atas Pajari di klasemen, dengan tiga atau empat reli gravel masih tersisa—tergantung nasib putaran terakhir yang direncanakan di Arab Saudi.

Musim Pajari memang dimulai dengan buruk. Dua kali crash di Rally Monte Carlo sempat membuat banyak pihak meragukan kapasitasnya. Namun sejak saat itu, pebalap Finlandia tersebut tampil impresif dengan total tujuh podium, termasuk kemenangan beruntun di Rally Estonia dan Rally Finlandia. Performa itu, menurut Evans, membuktikan bahwa proses adaptasi setiap pebalap memang berbeda-beda.

“Saya pikir dia tampil sangat baik. Saya rasa dia mendapat kritik yang tidak adil, sebenarnya, di akhir tahun lalu dan awal tahun ini setelah Monte. Tidak mudah masuk ke kelas teratas dan setiap orang berkembang dengan kecepatan yang berbeda,” ujar Evans. “Dan saya pikir banyak yang berharap semua orang bisa langsung sehebat Kalle (Rovanpera). Saya sendiri dulu jauh, jauh lebih lambat dari mereka semua sebelum akhirnya mencapai level yang wajar. Jadi sebagian orang butuh waktu lebih lama untuk tampil konsisten. Dan dia sekarang benar-benar menunjukkan itu.”

WRC Hadapi Masalah Besar: Dua Pembalap Minta Promotor Baru Berubah
Baca JugaWRC Hadapi Masalah Besar: Dua Pembalap Minta Promotor Baru Berubah

Toyota memang memberi kebebasan kepada Pajari untuk berkembang musim lalu. Ia diizinkan mengumpulkan pengalaman tanpa beban hasil—dan kerja itu kini mulai membuahkan hasil. Evans mengaku tidak pernah meremehkan Pajari sebagai penantang gelar, tetapi ia juga sadar tidak bisa mengontrol performa rekan setimnya itu. “Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah fokus pada permainan saya sendiri dan memberikan yang terbaik hingga akhir musim,” kata pebalap Wales yang sedang mengejar gelar dunia pertamanya itu.

ADVERTISEMENT

Bagi Evans, tantangan terbesar justru datang dari perannya sebagai “penyapu jalan” di reli gravel. Sebagai pemimpin klasemen, ia harus melaju pertama di hari pembuka dan membersihkan kerikil lepas dari lintasan. Situasi itu akan kembali dihadapinya di Paraguay dan Chili dalam dua pekan ke depan. Ia berharap hujan turun untuk meratakan peluang, tetapi juga sadar bahwa hujan bisa membuat segalanya menjadi lotere.

“Cuaca memegang peranan besar di reli gravel. Di Paraguay dan Chili, jika hujan turun, grip biasanya sangat rendah dan berubah-ubah. Dan di Chili, hujan biasanya datang bersama kabut. Jadi dari sisi performa, kami semua berharap hujan, tetapi itu juga akan mengacak segalanya,” tutup Evans. Rally Paraguay akan berlangsung pekan depan, disusul Rally Chili pada September.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU