Akhir pekan balap yang menjanjikan berubah menjadi mimpi buruk bagi Enea Bastianini dalam sesi Sprint di Sirkuit Sepang. Setelah berhasil mengamankan tempat di Q2 bersama dua pembalap pabrikan lainnya, pembalap asal Italia ini justru mendapati dirinya tak berdaya ketika lampu start padam dan rombongan terdepan melesat jauh meninggalkan barisan tengah.
Meskipun sesi kualifikasi berjalan cukup kompetitif meski sempat kehilangan catatan waktu berharga di sektor ketiga, performa motornya terjun bebas begitu balapan singkat dimulai. Rekan satu mereknya, Brad Binder, mampu menyelamatkan muka pabrikan asal Austria tersebut dengan finis di posisi ketujuh, sementara Maverick Vinales harus merelakan peluangnya setelah memutuskan masuk pit untuk mengganti ban basah.
Bastianini secara terbuka melabeli penampilannya hari itu sebagai sebuah bencana total tanpa adanya kompromi. Masalah utama yang langsung dirasakannya adalah ketiadaan cengkeraman ban atau grip semenjak putaran pertama dimulai, yang membuat proses akselerasi keluar tikungan menjadi sangat lambat dan melelahkan secara fisik maupun mental.

"Hari ini balapannya benar-benar sebuah bencana, karena saya tidak punya grip sama sekali sejak lap pertama," keluh Enea Bastianini selepas balapan, seperti dilaporkan oleh GPOne.
"Saya kesulitan dalam melakukan akselerasi, rasanya seolah-olah motor tidak bekerja dengan baik. Saya harus menutupi kekurangan itu saat melakukan pengereman, dan kondisinya sangat sulit. Setelah beberapa saat, hujan mulai turun, jadi saya sedikit tertinggal. Pada lap terakhir, saya berhasil sedikit memangkas jarak, tapi saat itu semuanya sudah terlambat," sambungnya menjelaskan situasi pelik di atas lintasan.
Pembalap tim Tech3 tersebut juga menyoroti kendala teknis mendasar yang merenggut kekuatan terbesarnya selama berkarier di ajang balap Grand Prix. Karakteristik mematikan miliknya yang selalu tampil kencang di paruh kedua balapan menggunakan ban yang sudah aus kini tidak bisa lagi diterapkan akibat batasan teknis motor saat ini.
"Saya tidak bisa lagi membalap seperti dulu, dan saya tidak bisa mengeluarkan potensi maksimal saya untuk tampil cepat di fase-fase akhir, terutama di trek-trek yang membuat ban cepat aus. Rasanya kami semakin kesulitan. Di Jepang, tanpa keausan ban yang tinggi, kami mampu tampil kuat di akhir balapan, sementara kami menderita di trek dengan degradasi ban yang berat. Ini adalah situasi saat ini, dan kami akan terus bekerja keras untuk menghadapi balapan utama besok," tutupnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!