Enea Bastianini akhirnya menemukan kembali sentuhan magisnya setelah melewati masa-masa sulit dalam dua tahun terakhir. Penampilan gemilang di Sirkuit Motegi membuktikan bahwa rider asal Italia itu belum habis dan siap menebar ancaman.
Pembalap tim KTM Tech3 tersebut nyaris mengamankan podium setelah mencatat empat lap balapan tercepat secara beruntun di fase akhir lomba. Meski harus puas finis di posisi keempat di belakang Marco Bezzecchi, performa impresif ini menandai titik balik penting dalam adaptasinya dengan motor RC16.
Konteks klasemen menunjukkan betapa krusialnya hasil ini. Ini baru kali kedua sepanjang musim 2025 seorang pembalap selain Pedro Acosta mampu menjadi rider KTM terbaik di garis finis Grand Prix. Keputusan menggunakan ban kompon keras saat sesi pemanasan pagi hari menjadi kunci utama kecepatan luar biasa Bastianini di paruh kedua balapan.

Manajer tim Tech3, Nicolas Goyon, mengungkapkan bahwa sang pembalap langsung tersenyum lebar usai sesi warm-up dan merasa yakin ban tersebut sangat cocok dengan gaya balapnya. Kualitas manajemen ban yang menjadi senjata khas Bastianini terbukti kembali hidup ketika balapan memasuki lap-lap krusial.
Hasil manis di balapan utama hari Minggu sekaligus membayar tuntas kekecewaan sehari sebelumnya, di mana ia kehilangan posisi tiga besar di balapan sprint akibat pelanggaran batas trek. Dengan sisa musim sebelum kepindahannya ke Trackhouse Aprilia pada tahun 2027, 'Bestia' menunjukkan bahwa ia masih memiliki taring yang berbahaya di grid MotoGP.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!