Ketika Toto Wolff ditanya soal siapa kandidat terkuat untuk merebut gelar juara dunia Formula 1 musim ini, jawabannya justru mengejutkan. Bos tim Mercedes itu menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk memihak salah satu pembalapnya, meski Kimi Antonelli tampil perkasa di puncak klasemen.
Musim 2026 memang menjadi saksi kebangkitan tim Silver Arrows. Setelah terpuruk di era ground-effects, Mercedes kini kembali menjadi kekuatan dominan. Antonelli, yang baru berusia 19 tahun, memimpin kejuaraan dengan keunggulan 50 poin atas Lewis Hamilton. Enam kemenangan, lima di antaranya beruntun, plus tiga podium lainnya membuat namanya santer disebut sebagai calon juara.
Namun Wolff enggan terburu-buru. "Masih terlalu dini untuk mengatakan," ujarnya. "Saya orang yang percaya takhayul, meski selisihnya 50 poin. Masih banyak balapan tersisa, satu atau dua DNF bisa mengubah segalanya, dan kami belum hebat dalam hal reliabilitas."

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sepanjang paruh pertama musim, baik Antonelli maupun George Russell kerap mengalami masalah teknis yang berujung pada retirements. Keduanya pun sudah menghabiskan jatah power unit, sehingga ancaman penalti grid 10 posisi mengintai jika mereka melanggar kuota mesin.
Belum lagi soal budget cap. Dengan kembalinya Malaysia ke kalender F1, Wolff ditanya apakah biaya tambahan akan membebani keuangan tim. "Semua itu berpengaruh," jelasnya. "Tentu bagus bisa ke Malaysia, tapi kami tetap harus memantau pengeluaran. Ini bukan soal Malaysia, tapi soal kapan kami bisa membawa upgrade—dan kami akan membawanya."
Menjelang seri Zandvoort, Mercedes unggul 72 poin atas Ferrari di klasemen konstruktor. Tim asal Brackley itu bertekad memaksimalkan setiap akhir pekan untuk mempertahankan keunggulan mereka. Namun dengan reliabilitas yang masih menjadi momok, perjalanan menuju gelar masih panjang dan penuh ketidakpastian.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!