Ketika musim dimulai dengan enam kemenangan beruntun, banyak yang mengira Mercedes akan melaju mulus menuju gelar. Namun, realita di pertengahan musim menunjukkan cerita berbeda. Tim asal Brackley itu kini mengakui bahwa mereka sedikit 'keluar dari ritme' dalam persaingan pengembangan yang semakin ketat.
Toto Wolff, bos tim Mercedes, tidak menutup mata terhadap kenyataan pahit tersebut. Ferrari dan McLaren mulai mencuri kemenangan, dan keunggulan yang dulu terasa nyaman kini mulai tergerus. Wolff mengakui bahwa timnya telah kehilangan poin berharga dan para rival berhasil memangkas jarak performa.
“Kami telah meninggalkan poin di atas meja, para rival kami telah mengurangi kesenjangan performa, dan kami tahu paruh kedua musim akan menuntut lebih dari kami dibandingkan paruh pertama,” ujar Wolff. “Kejuaraan akan ditentukan oleh eksekusi dan laju pengembangan yang bisa kami bawa ke mobil dalam 12 balapan ke depan.”

James Allison, direktur teknis Mercedes, menjelaskan bahwa keputusan desain yang diambil sejak awal memiliki efek berantai yang akhirnya menghapus keunggulan mereka. Ini bukan soal mobil yang buruk, melainkan tentang bagaimana pilihan fundamental di masa lalu kini menjadi pembatas laju pengembangan.
Wolff tetap optimis. “Meskipun kami sedikit tertinggal dalam hal upgrade dibandingkan rival, kami masih punya performa yang belum tergali dan rencana pengembangan yang jelas untuk mencapainya,” tegasnya. Ini adalah pernyataan yang menunjukkan keyakinan, meski diakui ada pekerjaan rumah yang menumpuk.
Seri berikutnya akan berlangsung di Zandvoort, sirkuit yang belum pernah dimenangkan Mercedes sejak kembali ke kalender pada 2021. Menariknya, ini akan menjadi edisi terakhir Grand Prix Belanda untuk waktu yang lama, dan Wolff mengincar kemenangan perpisahan yang manis.
“Zandvoort adalah tantangan unik sejak kembali,” kata Wolff. “Ini trek yang sulit dikuasai, para penggemar menciptakan atmosfer luar biasa, dan ini menjadi balapan yang dinanti-nanti tim dan pembalap. Kami sudah dekat tapi tidak pernah menang di era modern. Ini kesempatan terakhir kami untuk mengubah itu, dan itu adalah tantangan yang ingin kami taklukkan.”



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!