Max Verstappen secara resmi menandatangani perpanjangan kontrak bersama Red Bull Racing hingga akhir era regulasi Formula 1 pada 2030. Keputusan ini mengakhiri spekulasi liar mengenai kemungkinan pindahnya pembalap Belanda itu ke Mercedes atau McLaren pada musim depan.
Kabar tersebut dikonfirmasi pada Kamis pagi, sekaligus menjadi kemenangan besar pertama bagi prinsipal baru Red Bull, Laurent Mekies. Sejak mengambil alih tim pada 2025, Mekies menghadapi tekanan besar setelah kepergian sejumlah tokoh kunci seperti Adrian Newey, Jonathan Wheatley, dan Will Courtenay, yang memicu narasi tentang keruntuhan tim.
Meski Red Bull sempat bangkit pada akhir 2025 dan Verstappen nyaris merebut gelar dari McLaren, awal musim 2026 berjalan berat. Tim menempati posisi keempat klasemen konstruktor dan tertinggal dalam pengembangan mobil. Namun, komitmen Verstappen hingga 2030 menjadi sinyal kuat bahwa pembalap berusia 28 tahun itu masih percaya pada arah yang dituju Red Bull.

Perpanjangan kontrak ini juga menjadi jaminan bagi stabilitas jangka panjang tim. Dengan Verstappen bertahan, Red Bull dapat fokus membangun mobil yang kompetitif untuk era regulasi baru tanpa gangguan spekulasi masa depan pembalapnya. Bagi Mekies, ini adalah bukti bahwa rencana teknisnya mendapat kepercayaan dari pembalap bintangnya.
Keputusan ini sekaligus membungkam rumor kepindahan ke McLaren yang selama ini santer beredar. Banyak pengamat menilai kabar tersebut hanyalah taktik negosiasi untuk menekan Red Bull. Dengan kontrak baru yang mengikat hingga 2030, Verstappen memastikan masa depannya tetap di tim yang membawanya meraih empat gelar dunia, sementara Red Bull punya kepastian untuk membangun masa depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!