SPONSORED

Uji Hypercar McLaren: Pelajaran Berharga Norris untuk F1

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Uji Hypercar McLaren: Pelajaran Berharga Norris untuk F1
TO NEWS OVERVIEW
Uji Hypercar McLaren: Pelajaran Berharga Norris untuk F1

Lando Norris kembali ke lintasan, tetapi bukan dengan mobil Formula 1. Juara dunia bertahan itu mengemudikan Hypercar McLaren MCL-HY di Sirkuit Algarve, Portugal, pekan lalu. Meski hanya 38 lap, pengalaman tersebut memberinya wawasan baru yang ia yakini bisa membantu performanya di F1.

Norris terkesan dengan kedalaman opsi set-up yang ditawarkan Hypercar. Menurutnya, mobil WEC memiliki kebebasan lebih besar dibanding F1, terutama dalam hal elektronik. "Tingkat detailnya gila," ujarnya kepada Autosport. "Mereka punya lebih banyak ruang untuk mengubah hal-hal yang tidak diizinkan di F1. Ini seperti F1 era lama, di mana semuanya lebih bebas."

Meski berat dan downforce-nya lebih rendah, Norris menegaskan mobil itu tetap terasa cepat. "Ini mobil yang sangat berbeda, tetapi tetap cepat dan menyenangkan," tambahnya. Sebagai perbandingan, waktu putaran Hypercar di Spa tahun ini mencapai 2 menit 00,653 detik, sementara F1 2026 mencatat 1 menit 44,361 detik. Perbedaan karakteristik ini justru memberi perspektif baru bagi Norris.

Sainz Calls for F1 VSC Rule Change: 'A Bit Unfair' to Race Leaders
Read AlsoSainz Calls for F1 VSC Rule Change: 'A Bit Unfair' to Race Leaders

Dalam sesi tes tersebut, Norris ditemani oleh dua pembalap McLaren untuk 2027, Mikkel Jensen dan Laurens Vanthoor. Kehadiran mereka memberi Norris kesempatan untuk belajar dari gaya membalap yang berbeda. "Saya selalu mencoba belajar dari pembalap lain, memahami gaya mereka, dan melihat apa yang bisa saya terapkan untuk membalap lebih baik di F1," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Norris menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap F1. Meski Le Mans 24 Hours 2027 tidak bentrok dengan jadwal F1, ia belum memikirkan kemungkinan turun di sana. "Saya tidak akan mengorbankan F1 untuk hal lain. Fokus saya sepenuhnya di F1," tegasnya. Namun, ia tidak menutup pintu jika ada peluang di masa depan.

Tes ini juga menjadi langkah awal McLaren menuju debut WEC 2027. Umpan balik dari pembalap sekaliber Norris sangat berharga untuk pengembangan mobil. McLaren berharap dapat bersaing di kelas Hypercar, dan keterlibatan Norris menunjukkan sinergi antara program F1 dan WEC mereka.

Bagi Norris, pengalaman ini bukan sekadar iseng. Ia percaya bahwa setiap kesempatan mengemudikan mobil balap berbeda akan memperkaya kemampuannya. "Semua yang saya lakukan selalu untuk belajar, termasuk saat mengendarai mobil lain. Ini membantu saya tetap fokus dan menjadi lebih baik di pekerjaan utama saya, yaitu F1," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU