SPONSORED

Tren MotoGP yang Mulai Mengkhawatirkan untuk Ducati Usai Silverstone

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Tren MotoGP yang Mulai Mengkhawatirkan untuk Ducati Usai Silverstone TO NEWS OVERVIEW
Ducati struggled at Silverstone as Aprilia dominated © Gold and Goose

Silverstone mungkin adalah sirkuit yang hampir dirancang khusus untuk Aprilia RS-GP di kalender MotoGP 2026. Layout yang cepat dan mengalir memainkan setiap keunggulan yang dimiliki Aprilia saat ini, sekaligus mengekspos kelemahan Ducati. Hasilnya, akhir pekan yang mirip dengan Assen akhir Juni lalu: Aprilia mengunci posisi 1-2-3, sementara Ducati terbaik harus puas di posisi keempat.

Di Grand Prix Inggris, Raul Fernandez dari Trackhouse merayakan kontrak barunya dengan kemenangan gemilang, mengungguli pemimpin klasemen Jorge Martin yang finis kedua. Marco Bezzecchi menambah podium ketiga untuk Aprilia. Sementara itu, pembalap Ducati terbaik adalah Alex Marquez dari Gresini di posisi keempat, hanya satu detik dari podium. Marc Marquez, yang sempat kesulitan di Assen, kembali hanya mampu finis ketujuh.

Kekhawatiran mulai muncul: ini bukan pertama kalinya tahun ini Aprilia unggul telak atas Ducati. Memang ada pertukaran kekuatan, seperti di Balaton Park dan Brno yang didominasi Ducati, atau di Jerman yang lagi-lagi berpihak ke Ducati. Namun pola yang terlihat adalah Ducati kesulitan di trek dengan karakter corner speed dan agility, sementara Aprilia hampir tak tersentuh. Sebaliknya, di trek stop-and-go seperti Jerez, GP26 masih perkasa.

British GP Winners and Losers: Aprilia Rise, Bagnaia Struggles
Read AlsoBritish GP Winners and Losers: Aprilia Rise, Bagnaia Struggles

Yang lebih mengkhawatirkan, saat Ducati lemah, mereka tidak punya kecepatan murni. Di Silverstone, tyre graining menjadi mimpi buruk, terutama di sprint. Marc Marquez nyaris tidak dapat poin di sprint, dan di race utama tetap kurang cepat. Marc Marquez mengakui kondisi fisiknya (lengan kanan dan bahu) membatasi kemampuannya untuk menutupi kelemahan motor. "Saya tidak bisa menemukan cara untuk lebih baik," ujarnya usai race.

ADVERTISEMENT

Klasemen pun berubah drastis. Martin kini unggul 31 poin atas Bezzecchi, sementara Marquez tertinggal 40 poin dari puncak. Ini kembali ke situasi pasca-Assen. Aragon yang akan datang mungkin menguntungkan Ducati, tapi jika tidak ada perbaikan signifikan di trek yang tidak cocok, penderitaan Ducati bisa berlanjut di paruh kedua musim.

Dari sisi Aprilia, performa di Silverstone bukan hanya karena trek. Raul Fernandez belajar dari kesalahannya di sprint (crash) dan memanfaatkan warm-up untuk menemukan batas ban belakang. Ia berani memulai race dengan agresif, membangun keunggulan hingga 4 detik sebelum akhirnya menang 2,5 detik di depan Martin. Cal Crutchlow memuji keberanian Fernandez: "Dia punya nyali lebih dari yang lain di lima lap pertama."

Marco Bezzecchi, yang masih dalam masa pemulihan dari cedera, tampil heroik dengan dua podium ketiga. CEO Aprilia Massimo Rivola tak bisa menyembunyikan kekagumannya: "Dia kesulitan berjalan di pagi hari tapi bisa balapan seperti itu. Ini menunjukkan besarnya hati dan nyali pembalap kami." Namun Rivola tetap waspada, menganggap perebutan gelar masih terbuka lebar.

ADVERTISEMENT

Bagi Ducati, ini adalah sinyal bahaya. Di trek yang tidak sesuai, mereka dihukum lebih berat daripada Aprilia di trek yang tidak cocok untuk RS-GP. Dengan 10 seri tersisa, jika tidak ada langkah perbaikan, rasa sakit itu akan semakin terasa.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU