Moto Rally, Sportrik Media - Tosha Schareina bersama Monster Energy Honda HRC menjadi pusat perubahan dinamika Reli Dakar 2026 pada Etape 9 Wadi Ad Dawasir–Bivouac Refuge, setelah keputusan navigasi krusial mengganggu keseimbangan persaingan RallyGP.
Etape marathon-refuge ini sejak awal dirancang sebagai ujian presisi, bukan sekadar kecepatan. Schareina membaca roadbook dengan akurasi tinggi ketika sebagian rival memilih canyon yang keliru. Keunggulan tersebut dikonversi menjadi waktu tercepat di sektor akhir, unggul 6 menit 24 detik atas Daniel Sanders dari Red Bull KTM Factory Racing, serta 6 menit 22 detik dari rekan setimnya Ricky Brabec. Margin ini menegaskan bahwa faktor navigasi dan manajemen ban menjadi variabel dominan dibandingkan dorongan kecepatan murni.


Dampak strategisnya langsung terasa di klasemen. Penalti sepuluh menit yang diterima Schareina pada etape marathon pertama kini menjadi pembatas utama potensinya dalam duel gelar. Meski masih berada di posisi keempat, jaraknya ke puncak terpangkas menjadi sekitar 15 menit, menjaga relevansi Honda dalam perebutan gelar ketika reli memasuki fase akhir yang sarat risiko teknis dan kesalahan kecil bernilai mahal.
Bagi kubu KTM, hari ini lebih tentang pengendalian kerugian. Sanders kembali ke puncak klasemen setelah kebingungan navigasi yang juga melibatkan Luciano Benavides. Keunggulan 6 menit 24 detik atas Brabec belum aman, mengingat leg kedua etape marathon akan dimulai dengan interval start tiga menit dan karakter bukit pasir yang cenderung mengompresi jarak waktu. Setelan suspensi dan strategi tekanan bertahap akan menjadi pembeda.
Di kategori Ultimate, Etape 9 menjadi tonggak penting bagi keluarga Goczal. Eryk Goczal meraih kemenangan etape pertamanya di kelas utama Dakar, sementara pamannya Michal Goczal mencatatkan waktu tercepat kedua. Transisi Eryk dari dominasi SSV menuju Ultimate terlihat matang, ditopang disiplin navigasi dan kontrol ritme yang konsisten sepanjang special.
Klasemen mobil kembali bergejolak. Nani Roma naik ke puncak untuk pertama kalinya sejak 2014, unggul tipis 57 detik atas Carlos Sainz, sementara Nasser Al Attiyah hanya terpaut 1 menit 10 detik di posisi ketiga. Dengan empat etape tersisa, reli kini memasuki fase perang urat saraf, di mana keandalan teknis, akurasi navigasi, dan manajemen risiko akan menentukan arah gelar Dakar 2026. Liputan lanjutan tersedia di https://sportrik.com.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!