Toprak Razgatlioglu Tawari Bayar Ban Honda Demi Lap Lebih Cepat

Toprak Razgatlioglu Tawari Bayar Ban Honda Demi Lap Lebih Cepat
Foto © Yamaha

MotoGP, Sportrik Media – Pembalap anyar Toprak Razgatlioglu menunjukkan ambisi tinggi di tes pribadi Yamaha di Aragon pada 10 November 2025, dengan menawarkan membeli ban ekstra dari rival Honda demi menembus waktu 1:48 detik, meski terbentur aturan konsesi ban Michelin. Kejadian ini menggarisbawahi adaptasi pembalap Turki tersebut terhadap M1 V4, sekaligus menyoroti dinamika persaingan pabrikan.

 

Dalam sesi uji coba pertama sejak bergabung dengan Pramac Racing, Razgatlioglu menyelesaikan 33 lap di MotorLand Aragon di bawah kondisi dingin yang menantang, mencatat waktu terbaik 1:49.176—hanya 2,7 detik lebih lambat dari pole Fabio Quartararo di GP Aragon 2025. Meskipun tim penguji Yamaha meminta ia fokus pada pengenalan motor, sang juara WSBK 2024 ini meminta ban baru ketiga untuk mendorong batas, bahkan bersedia membayar dari kantong pribadi. Namun, regulasi membatasi penggunaan ban segar hingga dua pasang per sesi, demi menjaga keseimbangan kompetisi di bawah konsesi Yamaha. Selain itu, tawaran berani Razgatlioglu untuk meminjam ban dari sesi tes Honda bersama Aleix Espargaro menambah nuansa rivalitas, meski akhirnya tidak terealisasi.

Pembalap anyar Toprak Razgatlioglu menunjukkan ambisi tinggi di tes pribadi Yamaha di Aragon pada 10 November 2025
Foto © Yamaha

Analisis lebih dalam mengungkap perbedaan krusial antara Pirelli di WSBK dan Michelin di MotoGP, yang menuntut pendekatan lebih halus karena sensitivitas suhu. “MotoGP sangat berbeda; kesalahan kecil langsung terasa, sangat sensitif,” ujar Razgatlioglu dalam wawancara dengan YouTuber MotoEtkinlik pasca-tes. Ia menyoroti kelebihan pengeremannya sebagai aset potensial, tapi mengakui belum mengenal batas depan M1: “Saya mungkin harus jatuh beberapa kali untuk memahaminya.” Di pagi hari, dengan ban baru, ia catat 1:50.4 untuk sembilan lap; sore hari, ban bekas menimbulkan getaran di tikungan kanan, menekankan kebutuhan adaptasi setup. Dampaknya, waktu 1:49.176 ini menjanjikan, tapi menunjukkan Yamaha masih perlu finetuning V4 engine untuk tandingi Ducati di lintasan lurus.

 

Permintaan ban ekstra bukan sekadar impulsif, melainkan cerminan mentalitas Razgatlioglu yang haus prestasi, kontras dengan pendekatan konservatif tim di tes awal. “Saya sudah bayar sendiri, tapi aturan batas 260 km per ban tak bisa dilanggar,” tambahnya, merujuk regulasi ketat Michelin. Bandingkan dengan tes Jerez 2023, di mana ia pertama kali rasakan MotoGP; kini, dengan pengalaman WSBK, ia lebih percaya diri. Namun, cuaca dingin Aragon membatasi data grip, memaksa tim Massimiliano Meregalli dari Yamaha fokus pada baseline. Prospeknya, adaptasi ini bisa percepat integrasi Razgatlioglu ke grid 2026, terutama lawan rekan setim Jorge Martin di Pramac.

ADVERTISEMENT

 

Ke depan, tes Valencia akhir November akan jadi ujian lanjutan, di mana ban lebih banyak dan cuaca lebih stabil bisa ungkap potensi penuh M1. Ambisi Razgatlioglu ini tak hanya dorong performa pribadi, tapi juga tekan Yamaha tingkatkan dukungan, mengingat dominasi Ducati. Dengan Cal Crutchlow sebagai test rider tetap, kolaborasi ini krusial untuk bangkit Yamaha dari posisi bawah klasemen pabrikan 2025.

Tes Aragon Razgatlioglu merangkum transisi MotoGP: ambisi individu versus batas regulasi. Keberhasilan adaptasi bisa ubah dinamika Pramac, buka pintu gelar bagi underdog Turki.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU