Arvid Lindblad dipastikan start dari posisi paling belakang pada Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang akhir pekan ini. Pembalap Racing Bulls itu harus menerima hukuman akibat penggantian komponen power unit yang melebihi kuota musim ini. Tim mengumumkan keputusan tersebut pada Kamis, sehari sebelum sesi latihan bebas dimulai.
Hadjar Juga Kena, Colapinto Ikut Menyusul
Bukan hanya Lindblad yang harus menerima penalti. Rekan setimnya, Isack Hadjar, mengungkapkan dalam sesi media Kamis bahwa dirinya juga akan terkena penalti turun lima posisi. "Ini akan sulit bagi saya, saya seharusnya mendapat penalti lima tempat, tapi meski begitu, saya yakin ini trek di mana jika Anda memiliki kecepatan balapan, Anda bisa naik," ujar Hadjar. "Jika tidak bisa, berarti kami tidak cukup cepat. Jadi kita lihat saja."
Penalti Hadjar menjadi pukulan tersendiri bagi Racing Bulls yang tengah berjuang mengumpulkan poin di pertengahan musim. Sementara itu, Franco Colapinto juga harus menjalani hukuman turun lima posisi. Penalti ini diberikan setelah ia menyebabkan tabrakan dengan rekan setimnya, Pierre Gasly, dan pembalap McLaren, Lando Norris, di Baku. Awalnya, Colapinto dijatuhi hukuman waktu 10 detik, namun karena ia sudah keluar dari balapan dan tidak bisa menjalankan hukuman tersebut, sanksi diubah menjadi penalti grid untuk balapan berikutnya.

Dampak ke Strategi dan Klasemen
Dengan tiga pembalap yang harus start dari posisi belakang atau mundur, dinamika balapan di Sepang diprediksi berubah. Lindblad yang memulai dari pit lane atau posisi paling belakang harus bekerja ekstra keras untuk bisa masuk ke zona poin. Sementara Hadjar dan Colapinto, meski hanya turun lima posisi, tetap harus waspada karena Sepang merupakan sirkuit yang menuntut kecepatan maksimal dan strategi ban yang tepat.
Bagi Racing Bulls, penalti ganda ini menjadi ujian mental dan teknis. Tim harus memastikan kedua pembalapnya bisa memaksimalkan potensi mobil di sisa balapan. Hadjar sendiri tetap optimistis, seperti yang ia ungkapkan, bahwa trek Sepang masih memberi peluang untuk bangkit jika kecepatan balapan memadai.
Di sisi lain, insiden di Baku antara Colapinto, Gasly, dan Norris menjadi pengingat kerasnya persaingan di lintasan. Keputusan steward yang mengubah penalti waktu menjadi penalti grid menunjukkan konsistensi penegakan aturan. Kini, Colapinto harus membuktikan bahwa ia bisa tampil bersih dan kompetitif di Malaysia.
Menarik ditunggu bagaimana ketiga pembalap ini menyikapi tekanan. Lindblad muda punya kesempatan menunjukkan mentalitas baja, sementara Hadjar dan Colapinto harus cerdik memanfaatkan setiap peluang. Balapan di Sepang selalu menyajikan drama, dan penalti grid ini menambah bumbu persaingan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!