SPONSORED

Teemu Suninen Kuasai WRC2 Portugal 2026

Notifikasi
Edeh Cupe
Edeh Cupe
0
Teemu Suninen Kuasai WRC2 Portugal 2026 TO NEWS OVERVIEW
© Aki Hietavala

Teemu Suninen mengambil alih pimpinan kelas WRC2 di Reli Portugal 2026 setelah tampil konsisten sepanjang rangkaian etape Sabtu pagi. Pembalap Finlandia itu memanfaatkan kondisi lintasan yang terus berubah untuk membawa mobil Toyota Rally2 ke posisi teratas klasemen sementara.

Suninen memulai hari di posisi keempat kelas WRC2, tetapi mampu naik ke puncak setelah menyelesaikan empat etape khusus dengan ritme kompetitif dan minim kesalahan. Keunggulannya kini mendekati 20 detik atas pesaing terdekatnya, sementara pembalap Lancia, Yohan Rossel, tetap berada dalam persaingan setelah dua kemenangan sebelumnya musim ini.

Kondisi lintasan Portugal yang didominasi gravel kering pada pagi hari dinilai cocok dengan karakteristik setup Toyota Rally2 milik Suninen. Stabilitas traksi dan keseimbangan mobil pada permukaan longgar menjadi faktor penting yang membantu Suninen menjaga konsistensi waktu di setiap etape.

Teemu Suninen Takes Control of WRC2 Portugal
Read AlsoTeemu Suninen Takes Control of WRC2 Portugal

“Pagi yang cukup baik. Kami unggul 20 detik dari sepuluh lap terakhir. Di pagi hari kami mampu mengemudi dalam kondisi yang sudah biasa dilalui mobil ini. Reli pertama berlangsung di jenis jalan yang sedikit berbeda. Teknologi bekerja dengan baik dan kami berhasil melewatinya tanpa ban kempes,” ujar Suninen.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, ancaman hujan pada sesi sore diperkirakan dapat mengubah arah persaingan WRC2 secara signifikan. Suninen mengakui dirinya belum memiliki banyak pengalaman dengan setup mobil di kondisi lumpur ekstrem, terutama dengan karakter jalan Portugal yang dapat berubah sangat cepat ketika diguyur hujan.

“Saya harap tidak akan terlalu banyak hujan. Di jalan berpasir, kecepatannya tampaknya cukup memadai sekarang. Tapi jika hujan, kita harus menerima tantangan dan melakukan beberapa penyesuaian pada mobil untuk jalan berlumpur. Saya belum pernah mengemudi dalam kondisi seperti itu,” tambahnya.

Sementara itu, Roope Korhonen turun ke posisi keempat setelah kehilangan waktu pada sesi pagi. Pembalap asal Laukaa tersebut kini tertinggal 29,9 detik dari Suninen setelah kondisi lintasan berubah drastis akibat hujan di etape terakhir pagi hari.

ADVERTISEMENT

Perubahan grip akibat hujan memberikan keuntungan besar bagi Gus Greensmith, yang старт lebih belakang dan mendapatkan kondisi lintasan lebih baik ketika hujan mulai mereda. Greensmith mencatat waktu kompetitif dan meninggalkan Korhonen lebih dari 30 detik di etape tersebut.

Korhonen menilai dirinya sudah mengemudi mendekati batas maksimum pada kondisi lintasan saat itu, meski perubahan cuaca membuat performa antar pembalap menjadi sangat dipengaruhi urutan старт dan kondisi jalan.

“Kami melaju secepat mungkin di bagian terakhir. Di garis finis, saya pikir kami telah mencapai waktu yang baik. Hujan berhenti di akhir bagian tersebut dan setelah itu kondisi jalan tampak membaik. Anda tidak akan bisa mengemudi lebih cepat lagi di ruas jalan ini,” kata Korhonen.

ADVERTISEMENT

Persaingan WRC2 kini diperkirakan akan semakin ketat pada sesi sore, terutama jika hujan kembali turun di etape gravel Portugal. Faktor strategi ban, penyesuaian setup, dan kemampuan membaca perubahan grip diprediksi menjadi elemen penentu dalam perebutan kemenangan kelas WRC2 akhir pekan ini.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU