Tanak Tutup Mulut Soal Masa Depan Hyundai WRC 2026

Tanak Tutup Mulut Soal Masa Depan Hyundai WRC 2026
© GettyImages

WRC, Sportrik Media – Ott Tanak dari Hyundai Shell Mobis WRT menyatakan bahwa ia "lebih atau kurang" tahu rencana 2026, di tengah spekulasi membara soal kelanjutannya di World Rally Championship sebagai bagian kunci silly season tahun ini. Juara dunia 2019 ini menjadi figur sentral negosiasi Hyundai, yang secara terbuka menginginkan Tanak melengkapi trio pembalap Rally1 bersama Thierry Neuville dan Adrien Fourmaux, keduanya diprediksi perpanjang kontrak dengan merek Korea tersebut. 

Oleh karena itu, opsi Rally1 bagi Tanak terbatas pada Hyundai saja, terutama setelah musim 2025 yang mengecewakan dengan hanya satu kemenangan di Greece, meskipun ia secara matematis masih berpeluang gelar dengan defisit 50 poin dari pemimpin klasemen Elfyn Evans dari Toyota Gazoo Racing, menyisakan dua ronde.

Ott Tanak tutup mulut soal masa depan Hyundai di WRC 2026 di tengah negosiasi silly season. Analisis peran Neuville-Fourmaux, ekspansi teknis, dan tantangan pribadi Tanak lawan dominasi Toyota Evans.

Performa Tanak musim ini telah menjadi pilar utama bagi Hyundai Shell Mobis WRT, di mana ia memimpin 22 kemenangan stage WRC-nya meskipun tim kesulitan secara keseluruhan, dengan kegagalan mekanis dan adaptasi aspal menjadi penghalang utama. Spekulasi di service park Rally Japan menyoroti kemungkinan Tanak absen dari WRC tahun depan, didorong oleh tantangan pribadi seperti keluarga yang semakin besar dan jadwal padat dari tes ke rally. Namun, Tanak tetap tertutup saat ditanya rencana 2026 di event Jepang minggu ini.

“I guess we more or less know what we are doing but it is up to the team to decide when the announcement comes.”

Ia juga mengomentari ekspansi departemen teknis Hyundai untuk 2026, dengan penunjukan Sebastien Metz sebagai direktur operasi dan Massimo Carriero sebagai kepala engineering—dua figur berpengalaman yang Tanak kenal dari masa M-Sport-nya.

“Massimo, especially I know him from the past. I used to work with him at M-Sport and he is definitely a very switched on guy and definitely someone our team really needs at this moment. I hope the best from that.”

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Tanak menyoroti kekuatan gravel Hyundai yang kompetitif, meskipun ada kegagalan sporadis.

“This year, on gravel actually we have not been too bad. We have always been competitive, but we have just had some failures here and there, but tarmac has been the weak point that we need to iron out and make it work for next year.”

Analisis mendalam mengungkap bahwa langkah rekrutmen ini merupakan strategi Hyundai untuk tutup kesenjangan dengan Toyota, terutama di aspal di mana Tanak unggul di Greece namun gagal konsisten. Dengan Neuville dan Fourmaux sebagai pondasi stabil, Tanak menjadi kunci dinamis untuk tantang dominasi Toyota, di mana ia bisa berkontribusi 22 kemenangan stage-nya untuk evolusi i20 N Rally1. Namun, silly season 2025 ini menekankan faktor non-teknis: keseimbangan karir dan keluarga, yang sering kali menjadi penentu bagi veteran seperti Tanak berusia 38 tahun.

Dari sisi Hyundai, direktur olahraga baru Andrew Wheatley mengonfirmasi negosiasi masih berlangsung untuk lineup 2026, dengan menekankan bahwa masa depan Tanak bergantung pada keputusannya sendiri.

 

“We are still in negotiations at the moment, and I think we are getting very close to the end of the year and we need to understand what the situation is, but from my perspective it is not fixed. There is still work to do and we have to understand how we can shortcut that quickly.”

Wheatley menambahkan soal spekulasi Tanak.

 

“He [Ott] is the one that is the challenge. The other two guys are clearly committed to the programme. Clearly there is still work to do and from our perspective. It is not so much about what we can do as a team, it is more about what Ott has going on in the rest of his life. It is hard. When you are travelling from test to rally all the time and you realise that your family is getting bigger it is not easy to do that. These people are driven by the need to win and that is also complicated. It is Ott’s decision and we would love to have him in the team. We think that he is the best person to go and fight with Thierry and Adrien but it is his decision.”

 

Secara keseluruhan, ketidakpastian Tanak menandai puncak silly season WRC 2025, di mana komitmen Hyundai terhadap trio kuat bisa jadi penentu kompetitivitas melawan Toyota di 2026. Prospek positif ini, didorong oleh ekspansi teknis, berpotensi membawa Hyundai kembali ke podium reguler, meskipun keputusan Tanak akan menentukan dinamika gelar. Sportrik Media akan memantau pengumuman resmi untuk pembaca yang mengikuti intrik rally.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU