MotoGP, Sportrik Media – Fermin Aldeguer dari tim Gresini Ducati tampil mengesankan dengan finis keempat pada Grand Prix Portugal 2025, hasil terbaiknya sejak kemenangan perdana di Indonesia. Posisi ini diraih setelah start dari grid ke-11, menegaskan potensi besar pembalap berusia 20 tahun tersebut sebagai talenta muda di kelas utama. Selain itu, performa solid di sprint race yang membawanya ke peringkat keenam semakin memperkuat posisinya di klasemen pembalap, di mana ia kini menempati urutan kedelapan dengan satu seri tersisa.
Performa Aldeguer di Sirkuit Algarve, Portimao, bukanlah kebetulan semata, melainkan hasil dari adaptasi cepat terhadap Ducati Desmosedici GP24 yang digunakannya sepanjang musim rookie ini. Meskipun sesi kualifikasi sering menjadi hambatan, di mana ia kesulitan meraih posisi start optimal, kemampuan recovery-nya justru menjadi senjata utama. Dalam balapan utama, Aldeguer secara bertahap menyalip pesaingnya lap demi lap, mulai dari posisi belakang hingga bertarung sengit dengan Brad Binder dari Red Bull KTM Factory Racing. Manuver overtaking yang berani, termasuk kontak ringan dengan Binder, tidak hanya menghasilkan poin berharga tetapi juga menyuguhkan hiburan bagi para penggemar, sebagaimana yang ia akui sendiri. "Pada akhirnya, kami adalah comeback rider," ujar Aldeguer, mencerminkan keyakinan diri yang telah dibangun melalui pengalaman musim ini.
Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa kelemahan Aldeguer terletak pada konsistensi kualifikasi, di mana faktor seperti pengaturan suspensi dan adaptasi ban basah menjadi penentu. Namun, kecepatan lomba murninya, yang terbukti kompetitif untuk memperebutkan posisi lima besar, menjanjikan perbaikan di masa depan. Dibandingkan dengan rekan setimnya, Marc Marquez yang mendominasi klasemen keseluruhan, Aldeguer menunjukkan pendekatan lebih agresif dalam recovery, meski masih perlu menyempurnakan strategi awal balapan. Sementara itu, insiden crash Franco Morbidelli dari tim VR46 Racing Team di lap pembuka justru membuka peluang bagi Aldeguer untuk mendekati posisi ketujuh. Morbidelli, yang sempat dibawa ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut, beruntung hanya mengalami cedera ringan, memungkinkannya pulih tepat waktu untuk seri penutup.
Dalam konteks klasemen MotoGP 2025, hasil Portimao ini membawa Aldeguer unggul lima poin atas Fabio Quartararo dari Yamaha Factory Racing, sementara defisit 24 poin terhadap Morbidelli tetap menjadi tantangan utama menjelang Valencia. Dengan total poin yang terus bertambah, Aldeguer kini berada di jalur untuk menyelesaikan musim rookie dengan catatan positif, terutama setelah kemenangan sensasional di Mandalika yang menjadi puncak awal karirnya. Strategi tim Gresini, yang fokus pada pengembangan data telemetry untuk mengatasi isu kualifikasi, tampaknya mulai berbuah, sebagaimana terlihat dari kemajuan lap demi lap di Portimao. Selain itu, kontribusi Ducati Corse sebagai pemasok mesin yang andal semakin memperkuat fondasi performa Aldeguer, meskipun persaingan internal dengan pembalap Ducati lainnya seperti Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo Team menuntut adaptasi lebih lanjut.
Secara keseluruhan, akhir pekan di Portugal tidak hanya menambah poin untuk kejuaraan tetapi juga pengalaman berharga bagi Aldeguer, yang kini siap menghadapi tekanan seri penutup di Circuit Ricardo Tormo pada 14-16 November 2025. Prospeknya untuk finis di posisi tujuh besar terbuka lebar, terutama jika Morbidelli belum pulih sepenuhnya, meskipun tantangan dari Quartararo tetap ketat. Performa ini menggarisbawahi potensi Aldeguer sebagai aset jangka panjang bagi Ducati, dengan harapan ia dapat mengubah label "comeback rider" menjadi juara konsisten di musim-musim mendatang. Untuk pembaruan lebih lanjut, kunjungi Sportrik.com.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!