Stellantis menyambut positif dekrit pemerintah Italia yang memberikan pembebasan pajak kendaraan untuk tahun 2027. Kebijakan ini berlaku bagi satu kendaraan per orang dengan bahan bakar bensin, diesel, atau hibrida, asalkan tenaganya tidak melebihi 80 kW. Langkah ini diyakini mampu mendorong mobilitas yang lebih efisien sekaligus berorientasi pada keberlanjutan. Pemilik mobil penumpang serta pengguna kendaraan leasing atau sewa juga termasuk dalam cakupan aturan tersebut. Jika seseorang memiliki lebih dari satu kendaraan yang memenuhi syarat, pembebasan hanya diberikan pada kendaraan dengan tenaga terkecil.
Grup otomotif multinasional itu menegaskan bahwa luasnya portofolio merek mereka membuat banyak model berpotensi mendapat insentif ini. Daftar yang dirilis Stellantis menelusuri setiap merek dan versi utama yang secara teknis masuk dalam ambang batas dekrit. Ini bukan sekadar kabar baik bagi konsumen, tetapi juga sinyal bahwa Stellantis siap memanfaatkan regulasi untuk memperkuat posisinya di pasar Italia yang kompetitif.
Citroen hingga Leapmotor, Siapa Saja yang Masuk?
Untuk Citroen, versi yang disebut antara lain C3 Turbo 100 (transmisi manual) dan Hybrid 110 (otomatis), plus SUV C3 Aircross Turbo 100 (manual). Juga ada C4 Hybrid 110 dan Berlingo diesel 100 CV. Sementara FIAT mengandalkan Pandina Hybrid, 500 Hybrid, Grande Panda Hybrid, Grande Panda bensin Turbo 100, 600 bensin Turbo 100, 600 Hybrid, dan Qubo L Diesel 100 CV. Menariknya, pada awal 2027 akan menyusul Grizzly dan Grizzly Fastback bensin Turbo 100 CV.

Jeep tidak ketinggalan dengan Avenger 1.2 Turbo Bensin 100 CV (manual) dan 1.2 e-Hybrid 110 CV (otomatis). Lancia Ypsilon hadir dalam versi Turbo 100 CV dan hibrida 110 CV yang mengusung sistem 48V serta transmisi otomatis e-DCT 6 percepatan. Opel menawarkan Corsa (bensin 100 CV dan Hybrid 110 CV), Frontera (bensin 100 CV atau Hybrid 110 CV), dan Combo dalam berbagai panjang, termasuk 7 kursi dan mesin diesel 100 CV.
Peugeot menyertakan 208 (bensin 100 CV dan Hybrid 110 CV) serta 2008 dengan propulsi hibrida yang sama, ditambah Rifter BlueHDI diesel 100 CV. Terakhir, Leapmotor disebut mendapat pembebasan untuk seluruh jajarannya, dengan model seperti B10 REEV Hybrid dan C10 REEV Hybrid yang dibekali teknologi Range Extender. Ini menunjukkan bahwa Stellantis tak hanya fokus pada merek Eropa mapan, tetapi juga menyiapkan lini elektrifikasi dan range extender untuk memanfaatkan insentif.
Dari sudut pandang strategi, kebijakan ini bisa menjadi katalis penjualan di segmen kendaraan berdaya rendah hingga menengah. Konsumen yang sebelumnya ragu beralih ke hibrida atau diesel efisien kini punya alasan finansial lebih kuat. Bagi Stellantis, mendorong model-model ini berarti mempercepat penetrasi teknologi hibrida ringan dan range extender di pasar yang masih sensitif terhadap harga.
Dampaknya ke kompetisi juga menarik. Merek lain di Italia akan bersaing ketat di rentang tenaga di bawah 80 kW, karena pembebasan pajak tahunan bisa menghemat biaya operasional jangka panjang. Stellantis jelas memanfaatkan momen ini dengan menyiapkan daftar lengkap jauh sebelum aturan berlaku, memberi sinyal kesiapan kepada dealer dan konsumen.
Namun, perlu dicatat bahwa ini baru sebatas potensi berdasarkan karakteristik teknis. Implementasi akhir tetap bergantung pada regulasi turunan dan verifikasi per model. Yang pasti, gebrakan ini menambah dinamika pasar otomotif Italia menjelang 2027, dan Stellantis berada di garis depan untuk memanfaatkannya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!