Formula 1, Sportrik Media - Prinsipal McLaren Andrea Stella mengungkapkan kekhawatiran serius terkait kemampuan pembalap untuk melakukan overtaking pada era regulasi baru Formula 1.
Salah satu tujuan utama perubahan regulasi terbesar dalam sejarah F1 adalah meningkatkan kualitas balapan dan memperbanyak peluang menyalip. Sistem DRS kini dihapus dan digantikan oleh active aero pada sayap depan dan belakang, sementara baterai yang lebih besar dengan tenaga 350 kW dari MGU-K dapat digunakan untuk membantu manuver menyalip.
Namun setelah tiga hari tes di Bahrain International Circuit, sejumlah pembalap menilai overtaking akan sulit dilakukan. Pendapat tersebut juga didukung oleh Stella, yang mengisyaratkan bahwa perubahan mungkin diperlukan ke depan.

“Berbeda dengan masa lalu ketika kami memiliki DRS, yang memberikan keuntungan besar dari sisi drag aerodinamis bagi mobil di belakang, tahun ini ketika Anda mengikuti mobil lain, Anda memiliki drag dan tenaga yang sama, sehingga menjadi cukup sulit untuk menyalip,” ujar Stella.
“Pembalap kami sempat berduel dengan pembalap lain selama tiga hari tes di Bahrain, dan mereka merasa sangat sulit untuk menyalip.”
“Fakta bahwa Anda memiliki tambahan energi ketika mengikuti mobil lain dalam jarak satu detik juga sulit dimanfaatkan, karena energi ekstra itu mungkin hanya memberi sedikit tambahan deployment di akhir lintasan lurus.”
“Saya pikir sebagai komunitas F1, kita perlu melihat apa yang bisa dilakukan agar tetap ada visibilitas yang masuk akal untuk overtaking, jika tidak, kita akan kehilangan salah satu elemen fundamental dari balapan, yaitu memberi pembalap kesempatan untuk menyalip.”
Meski memiliki kekhawatiran soal overtaking, Stella mengaku cukup puas dengan performa mobil McLaren dalam tes pramusim. Lando Norris dan Oscar Piastri menunjukkan kinerja kompetitif di lintasan, meski sulit menentukan urutan kekuatan sebenarnya selama tes.
Menurut Stella, tim-tim besar seperti Red Bull Racing, Ferrari, dan Mercedes tampak berada dalam kondisi yang sangat kuat, baik dalam satu putaran cepat maupun simulasi balapan.
“Ketika melihat urutan kekuatan, selalu sulit dalam tes. Jika kita mempertimbangkan power unit, bobot mobil, semua itu bisa mengubah banyak waktu putaran, sehingga sulit untuk dibandingkan,” kata Stella.
“Yang saya lihat sejauh ini, jelas kita bisa mengatakan bahwa Red Bull, Ferrari, dan Mercedes tampak sangat siap. Mereka terlihat cepat, baik dalam eksploitasi lap pertama maupun simulasi balapan.”



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!