Penampilan gemilang Andrea Kimi Antonelli musim ini membuat Mercedes tak lagi membutuhkan jasa Max Verstappen. Demikian pandangan mantan prinsipal Haas, Guenther Steiner, yang menilai pembalap muda Italia tersebut telah membuktikan diri sebagai masa depan tim pabrikan Jerman itu.
Nama Verstappen memang tak pernah sepi dari rumor. Pebalap Belanda berusia 28 tahun itu terus dikaitkan dengan kepindahan sensasional ke Mercedes, terutama karena Red Bull kesulitan bersaing dengan Silver Arrows yang tampil dominan di awal musim ini. Namun, Steiner meyakini situasi telah berubah seiring konsistensi Antonelli di puncak klasemen.
Verstappen sendiri belum merasakan kemenangan satu pun musim ini. Ia tertahan di posisi keenam klasemen pembalap dengan 109 poin, tertinggal 110 poin dari pemimpin klasemen Antonelli. Ketertinggalan itu menjadi cermin betapa sengitnya persaingan musim ini, sekaligus menunjukkan bahwa Mercedes sudah memiliki kandidat juara dari internal mereka sendiri.

"Apa yang menurut saya menjadi masalah bagi Max saat ini adalah, jika Anda bertanya kepada saya tiga atau empat hari lalu, saya akan bilang pindah ke McLaren adalah langkah menyamping. Setelah Grand Prix Hungaria, mungkin itu bukan lagi langkah menyamping, tapi banyak hal berubah sejak saat itu," ujar Steiner dalam podcast Up To Speed. "Jika Max pergi ke suatu tempat, tentu ia ingin ke tim yang lebih baik dari Red Bull. Dan tidak banyak tim yang lebih baik dari Red Bull."
Steiner menambahkan bahwa meski Red Bull sedang tidak dalam performa terbaiknya, mereka tetap salah satu dari empat tim besar yang solid. "Kursi di Ferrari sudah terisi. Di Mercedes, saya rasa mereka sekarang sudah menemukan Max Verstappen versi baru. Jadi, mungkin mereka tidak butuh Max Verstappen yang asli saat ini," tegasnya.
Di sisi lain, rumor kepindahan Verstappen ke McLaren juga sempat menguat. Namun Steiner meragukan langkah tersebut. "McLaren sampai beberapa balapan lalu, apakah mereka benar-benar lebih baik dari Red Bull? Karena Red Bull punya keunggulan: mereka punya mesin pabrikan sendiri. Itu keuntungan. McLaren tampil bagus dengan mesin Mercedes, tapi pada akhirnya itu satu-satunya kemungkinan bagi Max, dan saya tidak yakin kemungkinan itu benar-benar ada," jelasnya.
Steiner juga menyoroti rumor pertukaran pembalap, di mana Oscar Piastri disebut bisa pindah ke Red Bull. "Itu justru hal terbesar bagi Max: jika ia pergi, ia ingin ke tim terbaik yang ada," pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!