Sergio Perez mengungkapkan bahwa tim Cadillac F1 Team masih “berjuang dengan berbagai masalah” sepanjang sesi pengujian pada Kamis, saat ia kembali mengemudikan mobil Formula 1 terbaru tim tersebut di shakedown Barcelona.
Mobil Formula 1 Cadillac melakukan debut lintasan pertamanya pada Senin, dengan Perez dan rekan setimnya Valtteri Bottas sama-sama menjalani tugas mengemudi. Namun setelah penampilan awal tersebut, Cadillac tidak kembali turun lintasan hingga Kamis, ketika Perez mengambil alih program penuh dan mencatatkan total 66 lap sepanjang hari.
Perez menilai sesi Kamis sebagai langkah maju yang signifikan dibandingkan penampilan sebelumnya, terutama dari sisi jarak tempuh dan pengumpulan data. Meski demikian, ia mengakui bahwa tim masih harus mengatasi sejumlah kendala teknis yang muncul secara konsisten selama program berjalan.
“Itu hari yang jauh lebih baik,” kata Perez.
“Jelas kami mendapatkan banyak lap, banyak informasi.”
Pembalap asal Meksiko tersebut menekankan bahwa tujuan utama pengujian ini memang untuk menemukan dan memahami masalah sejak dini, terutama bagi tim yang baru terbentuk dan masih berada dalam fase awal pengembangan.
“Kami masih berjuang dengan beberapa masalah di lintasan, dan itu bagus—memang itulah tujuan hari ini,” lanjutnya.
“Kami meningkat hampir di setiap run.”
Perez kemudian merinci area-area yang masih menjadi fokus perbaikan, dengan menegaskan bahwa tantangan tidak terbatas pada satu sistem saja, melainkan menyebar di berbagai aspek mobil.
“Masalahnya ada di berbagai sisi, mulai dari power unit, mobil itu sendiri, hingga beberapa isu elektronik,” jelasnya.
“Namun ini hal yang positif karena semua ini terjadi sekarang. Kami memang masih memiliki banyak pekerjaan di depan, sebagai tim baru.”
Cadillac menghadapi tantangan besar menjelang musim debutnya di Formula 1, setelah membangun struktur tim dan proyek teknis dari nol. Sebagai pendatang baru, stabilitas sistem, korelasi data, dan reliabilitas menjadi prioritas utama sebelum berbicara mengenai performa murni.
Dalam upaya mempercepat proses adaptasi, Cadillac merekrut dua pembalap berpengalaman untuk musim perdananya, yakni Perez dan Bottas. Kombinasi pengalaman tersebut dipandang krusial untuk memberikan umpan balik teknis yang akurat di tengah kompleksitas regulasi baru Formula 1 2026.
Bagi Perez secara pribadi, kembalinya ke lintasan Formula 1 juga memiliki dimensi emosional tersendiri. Pembalap berusia 36 tahun itu terakhir kali tampil penuh di F1 pada musim 2024, sebelum kembali ke grid bersama Cadillac.
“Kembali ke sini rasanya sedikit aneh,” ujar Perez.
“Melihat beberapa orang dan beberapa pembalap lagi, rasanya seperti sudah lama sekali sejak terakhir kali saya bertemu mereka.”
Meski demikian, Perez menegaskan bahwa perasaan tersebut disertai antusiasme tinggi untuk kembali berkompetisi di level tertinggi motorsport.
“Saya senang bisa kembali,” pungkasnya.
Dengan program shakedown yang masih berlangsung dan sejumlah masalah yang telah teridentifikasi, Cadillac kini akan memusatkan perhatian pada analisis data dan perbaikan sistem menjelang fase pengujian berikutnya. Bagi Perez dan tim, proses bertahap ini dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun daya saing jangka panjang di Formula 1.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!