Senna Agius, talenta muda asal Australia yang akan naik ke kelas utama MotoGP musim depan, mengungkapkan bahwa Casey Stoner adalah panutan dan mentornya. Dalam wawancara eksklusif dengan SPEEDWEEK.com, Agius tidak ragu menyebut Stoner sebagai sosok yang paling memengaruhi kariernya.
Bukan hanya kemampuan balapnya yang luar biasa, tetapi juga kepribadian dan cara Stoner menghadapi dunia motorsport yang kompleks. “Ya, Casey adalah panutan saya,” tegas Agius. Kekaguman ini berakar pada pencapaian Stoner yang luar biasa, terutama saat debutnya bersama Ducati pada 2007, ketika ia langsung merebut gelar juara dunia.
Stoner meninggalkan MotoGP pada akhir 2012, di usia 27 tahun, dengan dua gelar dunia. Namun, momen 2007 itulah yang paling membekas bagi Agius. “Dia membawa proyek yang seharusnya tidak kompetitif menjadi juara dunia. Itu menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa dan kemampuan yang luar biasa,” ujar Agius.

Saat ini, hubungan mereka telah berkembang. Stoner menjadi penasihat di paddock, dan Agius mengaku banyak belajar darinya. Salah satu kualitas yang paling ia kagumi adalah kemampuan Stoner dalam mengamati. “Dia mengamati segala sesuatu dengan sangat cermat. Dia bukan tipe yang terus-menerus mengungkapkan pikirannya. Tapi ketika dia berbicara, nilainya sangat berharga,” jelas Agius.
Bagi Agius, setiap saran dari Stoner memiliki bobot tersendiri karena datang dari seseorang yang selalu memilih waktu yang tepat untuk berbicara. “Saya merasa Casey selalu mengamati segalanya, tetapi dia sangat berhati-hati dalam memilih kapan harus berbicara. Justru karena itulah, setiap komentarnya sangat spesial,” pungkas pembalap yang akan menjadi rookie di MotoGP ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!