Sami Pajari datang ke Reli Paraguay dengan semangat baru setelah libur tiga pekan. Namun, pembalap Toyota itu tak menutup mata pada potensi drama besar yang bisa muncul jika hujan benar-benar turun di akhir pekan ini.
Setelah meraih dua kemenangan beruntun di Estonia dan Finlandia, Pajari mengaku butuh waktu benar-benar kosong untuk memulihkan tenaga. “Minggu pertama saya hampir tidak melakukan apa-apa. Musim ini terasa lebih padat dari biasanya, dan kadang kita butuh jeda,” ujarnya.
Pajari kini duduk di posisi kedua klasemen WRC, tertinggal 30 poin dari rekan setimnya, Elfyn Evans. Meski dianggap salah satu kandidat kuat juara, ia memilih tetap tenang. “Saya hanya perlu melakukan hal yang sama seperti sebelumnya,” katanya.

Soal tantangan Paraguay, Pajari menyebut treknya bisa menjadi “Kenya kedua” jika hujan datang. “Banyak lompatan dan kompresi, risiko ban pecah juga tinggi. Tapi kalau hujan turun pada Sabtu, Minggu bisa jadi kekacauan total,” ujarnya.
Dengan kondisi yang tidak menentu, Pajari menegaskan dirinya siap menghadapi segala kemungkinan. “Kami akan tetap fokus dan mencoba bertahan di jalur kemenangan,” pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!