Kemenangan Toyota dalam merebut gelar juara konstruktor WRC 2025 harus melalui jalan berliku. Salah satunya adalah ulah pembalap muda Finlandia, Sami Pajari, yang secara tak sengaja menunda perayaan tim pabrikan asal Jepang tersebut. Pajari, yang membalap untuk Toyota Gazoo Racing WRT2, tampil impresif di Paraguay dan menjadi penghalang bagi Toyota untuk mengunci gelar di putaran sebelumnya.
Pajari memang mengendarai Toyota GR Yaris Rally1, namun poin konstruktor yang ia hasilkan masuk ke tim WRT2, bukan tim utama Toyota. Situasi ini menciptakan keunikan tersendiri dalam perebutan gelar. Alih-alih membantu Toyota mengamankan gelar lebih cepat, performa apik Pajari justru membuat tim utama harus menunggu hingga putaran berikutnya di Chile.
Takoyuki Katsuta, pembalap Toyota lainnya, mengakui keanehan situasi ini. "Tetapi dia melakukan pekerjaan yang sangat baik. Situasinya jelas berbeda dalam hal poin konstruktor, tapi dia bagian dari tim. Dia salah satu dari kami. Kami semua senang ketika dia menang atau meraih hasil bagus," ujar Katsuta. Katsuta sendiri telah menyumbang dua kemenangan rally musim ini, meski hanya finis di Kroasia yang memberikan poin konstruktor. Di Kenya, poin Toyota disumbang oleh Elfyn Evans, Oliver Solberg, dan Sebastien Ogier.

Bagi Katsuta, gelar konstruktor kesepuluh Toyota adalah buah kerja keras seluruh tim. "Begitu banyak orang terlibat dalam upaya besar ini. Semua orang bekerja sangat keras dan memperhatikan detail terkecil untuk terus maju. Kerja keras itu kini terbayar dengan gelar konstruktor kesepuluh. Terima kasih banyak untuk setiap anggota tim," ucapnya.
Katsuta juga menyoroti peran besar Ketua Toyota, Akio Toyoda, dalam membangun atmosfer positif di tim. "Tanpa komitmen seperti itu, tidak ada yang bisa merasa betah di tim. Saya selalu berpikir semua orang dapat bekerja keras dalam suasana positif justru karena ketua telah membawa stabilitas seperti ini ke operasi. Semoga kami bisa terus seperti ini selama mungkin," tambahnya.
Lebih lanjut, Katsuta menekankan dampak positif bagi olahraga secara keseluruhan. "Tentu saja, ini juga hal besar bagi olahraga secara keseluruhan. Gairah dan cintanya pada olahraga, bersama dengan semua emosi yang dia bawa, sangat membantu kami. Saya yakin semua orang di tim merasakan hal yang sama. Kami harus terus bekerja. Saya pribadi perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan diri dan mencoba mencapai hasil bagus untuk tim. Itu yang paling penting bagi saya," pungkasnya.
Meski sempat tertunda, gelar juara konstruktor akhirnya diraih Toyota di Chile. Perayaan itu menjadi bukti kekuatan tim dan kerja sama seluruh elemen, termasuk Pajari yang meski di tim satelit, tetap memberikan kontribusi berarti. Kisah ini menunjukkan bahwa dalam motorsport, kadang kemenangan datang dari arah yang tak terduga.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!