Carlos Sainz mendapat peringatan dari stewards FIA setelah insiden pada sesi Sprint Qualifying GP Belanda di Zandvoort. Insiden tersebut terjadi di tengah tekanan besar yang tengah dihadapi pembalap asal Spanyol itu setelah resmi meneken kontrak jangka panjang bersama Williams.
Insiden tersebut bermula saat Sainz kedapatan melaju terlalu lambat di area Tikungan 13, yang memicu penyelidikan stewards berdasarkan Pasal 12.2.1 regulasi F1. Dalam dokumen resmi FIA, Sainz menjelaskan bahwa ia memperlambat laju untuk memberi jalan kepada mobil nomor 16, namun setelah itu ia mengakui tidak berusaha maksimal untuk mengejar delta time sebelum memasuki pit lane.
Setelah mendengar penjelasan Sainz dan perwakilan tim Williams, stewards memutuskan untuk memberikan peringatan resmi. Ini menjadi catatan buruk tambahan bagi Sainz yang sejak awal akhir pekan sudah kesulitan menemukan ritme di sirkuit basah Zandvoort.

Pada sesi latihan bebas tunggal, Sainz beberapa kali keluar lintasan dan mengeluhkan keseimbangan mobil FW48. Ia mengakhiri sesi tersebut di posisi terakhir, P22. Nasibnya tak membaik di Sprint Qualifying; ia tersingkir di SQ1 sementara rekan setimnya, Alex Albon, berhasil melaju ke SQ2. Sainz akan memulai Sprint dari posisi ke-18.
Insiden ini menambah daftar masalah yang dihadapi Williams akhir pekan ini. Tim asal Grove itu memang tengah berjuang keras untuk bersaing di tengah ketatnya persaingan lini tengah. Meski kabar bertahannya Sainz dan Albon menjadi angin segar, performa di lintasan masih jauh dari harapan.
Menurut laporan dari Motorsport Week, kondisi ini menegaskan bahwa Williams masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan performa mobil, terutama di trek yang menuntut keseimbangan seperti Zandvoort. Sainz pun diprediksi akan menghadapi akhir pekan yang sulit, meski ia tetap optimistis bisa memaksimalkan hasil.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!