Ryan Wood, pembalap asal Selandia Baru, memberikan penilaian pertamanya terhadap mobil balap terbaru Toyota, GRF-70, yang akan digunakan di ajang Toyota Formula Regional Oceania Trophy (TFROT) mulai 2027. Dalam wawancara dengan MotorSport New Zealand, Wood menyebut mobil itu “seperti F1 bayi”, sebuah peningkatan besar dari generasi sebelumnya.
GRF-70 dibangun di atas sasis Tatuus T-326 karbon yang memenuhi regulasi Formula Regional generasi kedua. Ini adalah model keempat yang digunakan seri ini dalam lebih dari 20 tahun, dan yang pertama tanpa awalan ‘FT’. Pergeseran ke awalan ‘GRF’ menandakan langkah Toyota untuk menjadikan merek Gazoo Racing sebagai entitas mandiri, sejalan dengan perubahan global.
Wood, yang sebelumnya membalap dengan FT-60, memuji peningkatan pada GRF-70. “Ini benar-benar upgrade yang keren untuk tim di Toyota,” ujarnya. Salah satu perubahan paling mencolok adalah setir baru yang lebih sederhana namun lebih canggih. Tombol-tombolnya kini menggunakan sistem tekan-dan-tahan untuk mencegah penekanan tidak sengaja. Wood bahkan mengaku pernah tak sengaja menekan pit limiter saat balapan di hairpin, sesuatu yang kini bisa dihindari.

Kenyamanan pengemudi juga menjadi fokus utama. Kokpit GRF-70 lebih lega, memberikan ruang lebih bagi pembalap bertubuh tinggi. Wood mencontohkan Ugo Ugochukwu yang kesulitan masuk ke FT-60 musim lalu, kini bisa bernapas lega. “Itu faktor yang sangat bagus untuk kenyamanan,” katanya.
Mesin tetap menggunakan unit 2.0-liter turbocharged Toyota 8AR-FTS yang menghasilkan 285hp (212kW), dipadukan dengan girboks Sadev SL-R 82 enam percepatan dan diferensial slip terbatas. Wood merasakan pengiriman tenaga yang halus dan bersih, serta keseimbangan mobil yang lebih baik. “Pengereman, migrasi bias rem, semuanya lebih konsisten. Perasaan keseluruhan di mobil terasa baru,” jelasnya.
Musim depan, kejuaraan akan diikuti maksimal 22 mobil yang dikelola oleh enam tim, termasuk M2 Competition, mtec Motorsport, Kiwi Motorsport, Hitech GP, TJ Speed Motorsport, dan Rodin Motorsport. Seri ini akan dimulai di Hampton Downs pada 8-10 Januari, lalu berlanjut ke Taupo (15-17 Januari), Teretonga (22-24 Januari), dan ditutup dengan Grand Prix Selandia Baru di Highlands (29-31 Januari).
Juara kejuaraan ini akan mendapatkan enam poin menuju FIA Super Licence, dengan poin diberikan hingga posisi keenam. Dengan peningkatan signifikan pada GRF-70, ajang ini dipastikan semakin kompetitif dan menarik.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!