Kekecewaan Lando Norris di Grand Prix Spanyol masih menyisakan diskusi panas. Juara dunia F1 2016, Nico Rosberg, angkat bicara dan mengusulkan perubahan aturan Virtual Safety Car (VSC) yang dianggapnya bisa mencegah ketidakadilan serupa terulang.
Balapan perdana di sirkuit Madring, Spanyol, menjadi panggung drama bagi Norris. Start dari pole position, pembalap McLaren itu langsung membangun keunggulan atas Kimi Antonelli dari Mercedes. Namun, ketika VSC dikerahkan untuk mengevakuasi mobil Lance Stroll yang berhenti di tepi lintasan, Norris baru saja melewati pintu pit. Kesempatan melakukan pit stop murah pun sirna, sementara rival-rivalnya justru memanfaatkan momen tersebut. Alhasil, Norris kehilangan keunggulan dan harus puas finis ketiga di belakang Antonelli dan Max Verstappen.
Rosberg, yang kini menjadi pundit Sky Sports F1, menyoroti masalah fundamental dari VSC. Menurutnya, selama VSC, waktu yang hilang saat pit stop jauh lebih sedikit karena semua mobil melaju dengan kecepatan rendah. "Masalahnya, selama VSC, waktu pit stop yang hilang sangat kecil karena semua orang di lintasan melaju sangat lambat. Jadi dengan masuk pit, Anda kehilangan waktu balapan yang jauh lebih sedikit, dan itulah masalah besarnya, mengapa kemudian menjadi tidak adil," ujarnya di The F1 Show.

Ia pun menawarkan dua solusi konkret. Pertama, menutup pitlane selama VSC berlangsung. "Pitlane tetap ditutup selama VSC, yang kemudian tidak memberi siapa pun kesempatan untuk mengambil keuntungan selama itu," jelas Rosberg. Kedua, mengurangi secara drastis batas kecepatan di pitlane selama VSC. "Atau bahkan mengapa tidak: selama VSC, batas kecepatan pitlane dikurangi besar-besaran karena semuanya tentang waktu yang hilang selama pit stop," tambahnya.
Rosberg memahami bahwa keberuntungan memang bagian dari balapan. "Ini benar-benar sial. Begitulah adanya. Keberuntungan bisa berputar-putar dengan VSC dan safety car. Anda akan selalu mengalami nasib baik atau buruk. Selalu mengerikan ketika itu terjadi karena dia pantas menang, dan menyebalkan dia kehilangan hanya karena VSC," tuturnya.
Meski demikian, Rosberg menegaskan bahwa VSC tetap solusi bagus untuk menghindari mobil berputar-putar di belakang safety car yang membosankan. "Kami benci melihat mobil berputar-putar di belakang safety car. Itu hal paling membosankan di dunia motorsport. Itulah mengapa VSC diperkenalkan," ucapnya. Ia pun berharap ide-idenya dieksplorasi lebih lanjut.
Insiden ini menambah panjang daftar kontroversi VSC di musim 2026. Sebelumnya, beberapa pembalap juga pernah dirugikan oleh timing VSC yang tidak menguntungkan. Jika aturan diubah, tentu akan mempengaruhi strategi tim dan keseimbangan kompetisi. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari FIA atau Formula 1 terkait usulan Rosberg. Yang jelas, diskusi tentang keadilan VSC akan terus bergulir di paddock.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!