Max Verstappen akan menghadapi salah satu tantangan terbesar dalam karier GT3-nya saat turun pada Nürburgring 24 Jam 2026 akhir pekan ini. Meski tampil impresif sejak debut di Nordschleife, Verstappen diperkirakan menghadapi tekanan besar dari sejumlah tim dan pembalap spesialis endurance yang memiliki pengalaman panjang di lintasan legendaris Jerman tersebut.
Verstappen sebelumnya langsung mencuri perhatian dengan kemenangan dominan pada debut GT3 bersama Chris Lulham. Ia juga sempat memenangkan balapan keduanya sebelum didiskualifikasi akibat pelanggaran penggunaan ban. Pada sesi kualifikasi Nürburgring 24 Jam, Verstappen bahkan sempat memimpin sebelum masalah teknis menghentikan peluangnya bersama Lucas Auer. Namun, balapan 24 jam menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding sprint race biasa.
Salah satu ancaman utama datang dari Scherer Sport PHX dengan mobil nomor #16. Tim tersebut diperkuat Christopher Haase yang dalam beberapa balapan Nordschleife sebelumnya sering terlibat duel langsung melawan Verstappen dalam perebutan posisi terdepan. Haase juga didukung Alexander Sims, pemenang Nürburgring 24 Jam 2020 dan mantan juara kelas IMSA, serta Ben Green yang memiliki pengalaman kemenangan kelas SP10 di Nürburgring.

Ancaman besar lainnya berasal dari ROWE Racing, terutama mobil #1 yang datang sebagai juara bertahan Nürburgring 24 Jam 2025. Kombinasi Augusto Farfus, Raffaele Marciello, Jordan Pepper, dan Kelvin van der Linde membuat tim tersebut menjadi salah satu favorit utama. Van der Linde sendiri sudah tiga kali memenangkan Nürburgring 24 Jam, sementara Farfus dikenal sebagai salah satu pembalap touring car terbaik generasinya.
ROWE Racing juga memiliki mobil #99 yang tidak kalah kuat dengan kehadiran Sheldon van der Linde, Dries Vanthoor, Dan Harper, dan Max Hesse. Harper datang dengan momentum positif setelah kemenangan kelas di Imola, sementara kombinasi Vanthoor dan Sheldon van der Linde memberikan pengalaman GT endurance level tertinggi.
Red Bull Team ABT juga diperkirakan menjadi pesaing serius melalui dua mobil berbeda. Mobil #84 sebelumnya finis kedua pada race kualifikasi bulan lalu dengan line-up Luca Engstler, Mirko Bortolotti, dan Patric Niederhauser. Sementara itu, mobil #130 menghadirkan kombinasi pengalaman besar melalui Nicky Catsburg dan Nick Yelloly, dua nama yang memiliki rekam jejak kemenangan pada Nürburgring 24 Jam dan Le Mans.
Selain itu, Manthey Racing juga tetap menjadi salah satu favorit utama melalui mobil #911. Tim Porsche tersebut finis runner-up pada edisi 2025 dan sebelumnya merebut pole position. Kombinasi Kevin Estre, Ayhancan Güven, dan Thomas Preining menghadirkan kekuatan besar dengan pengalaman juara dunia WEC serta gelar DTM dalam beberapa musim terakhir. Porsche sendiri masih menjadi pabrikan tersukses kedua dalam sejarah Nürburgring 24 Jam dengan 13 kemenangan.
Meski Verstappen datang dengan performa kuat dan kecepatan yang sudah terbukti di Nordschleife, Nürburgring 24 Jam tetap dikenal sebagai salah satu balapan endurance paling brutal di dunia motorsport. Faktor reliabilitas, cuaca, lalu lintas multiclass, dan strategi malam hari diperkirakan akan menjadi penentu utama apakah Verstappen mampu meraih kemenangan besar pertamanya pada ajang endurance klasik Jerman tersebut.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!