Ritual Intens Paul Trevathan dan Pedro Acosta di Grid MotoGP 2025: Dukungan Emosional di Tengah Tekanan

Ritual Intens Paul Trevathan dan Pedro Acosta di Grid MotoGP 2025: Dukungan Emosional di Tengah Tekanan
© GettyImages

MotoGP, Sportrik Media – Di tengah momen tegang menjelang start balapan MotoGP, Pedro Acosta sering terlihat menerima arahan intens dari crew chief-nya, Paul Trevathan, di tim Red Bull KTM Factory Racing. Ritual ini menjadi sorotan penggemar, di mana Trevathan berbicara langsung ke telinga pembalap Spanyol tersebut, sementara Acosta hanya mengangguk fokus tanpa banyak respons.

 

Paul Trevathan menjelaskan bahwa momen tersebut merupakan checklist sederhana prosedur sebelum warm-up lap dan start. Selain itu, ritual ini bertujuan memberikan reassurance kepada Acosta, mengingatkan bahwa ia tidak sendirian di lintasan.

“Ini menunjukkan bahwa saya ada untuknya; dia tidak sendirian,” ujar Trevathan. Pembalap MotoGP harus membuktikan kemampuan mereka sebanyak 22 kali dalam satu musim, tetapi saat mengalami hari buruk, tekanan dari media dan ekspektasi publik bisa sangat berat. Olahraga ini memang keras, dan dukungan dari crew chief menjadi krusial di saat isolasi tersebut.

Ritual serupa juga dilakukan oleh crew chief lain, seperti Santi Hernandez dengan Joan Mir di tim Repsol Honda. Mir menyebut Hernandez lebih gugup darinya, meski diskusi di grid biasanya ringkas, seperti pilihan ban rival atau perubahan last-minute.

 

ADVERTISEMENT

Musim 2025 menjadi bukti ketangguhan Acosta. Awal musim frustrating dengan performa KTM yang tertinggal, namun di paruh kedua, ia bangkit luar biasa dengan mengoleksi dua belas podium, termasuk sprint dan grand prix. Hasil ini mengantarkan Acosta finis keempat di klasemen akhir kejuaraan dunia MotoGP 2025, di atas rival seperti Francesco Bagnaia.

 

Perubahan mindset Acosta menjadi kunci, di mana ia meninggalkan mimpi juara dunia prematur dan fokus pada konsistensi. Trevathan pun memuji perkembangan Acosta sebagai pembalap dan individu, yang kini lebih memahami motor RC16 milik KTM.

 

Analisis mendalam menunjukkan bahwa hubungan crew chief-pembalap seperti Trevathan-Acosta tidak hanya teknis, tapi juga psikologis. Di tengah persaingan ketat dengan tim seperti Ducati Lenovo Team dan Aprilia Racing, dukungan emosional ini membantu Acosta mengatasi crash berulang di awal musim dan tampil dominan di akhir.

 

Praktik ini juga terlihat pada pasangan lain, seperti Hernandez dengan Mir, yang lebih fokus pada update strategis. Namun, esensi tetap sama: mengurangi rasa kesepian pembalap di grid.

Melihat prospek 2026, Acosta diharapkan melanjutkan momentum dengan Red Bull KTM, meski rumor transfer ke tim lain beredar. Performa paruh kedua 2025 membuktikan potensinya sebagai calon juara masa depan.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU