SPONSORED

Red Bull Beri Peringatan Judul F1 2027 Setelah 'Kenyataan Pahit'

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Red Bull Beri Peringatan Judul F1 2027 Setelah 'Kenyataan Pahit' TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Laurent Mekies, bos Red Bull, menegaskan bahwa untuk musim 2027, tim asal Milton Keynes itu akan siap total untuk bersaing merebut gelar juara. Pernyataan ini muncul setelah timnya mengalami apa yang disebutnya sebagai "kenyataan pahit" di Grand Prix Australia.

Musim 2026 dimulai dengan Red Bull yang tertinggal dari Mercedes W17 dan Ferrari SF-26. Max Verstappen dan Isack Hadjar harus berjuang keras melawan McLaren MCL40 untuk memperebutkan posisi mobil tercepat ketiga atau keempat.

Berbeda dengan Mercedes dan Ferrari, Red Bull dan McLaren tidak bisa sepenuhnya fokus mengembangkan mobil 2026 karena harus mempertahankan peluang gelar di musim 2025. Verstappen nyaris merebut gelar, hanya kalah dua poin dari Lando Norris. Konsekuensinya, pengembangan mobil 2025 yang ekstra itu berdampak pada mobil 2026, ditambah lagi Red Bull untuk pertama kalinya menjadi pabrikan mesin sendiri lewat Red Bull Powertrains (RBPT).

Antonelli Tops F1 2026 Ratings, Three World Champions Left Behind
Read AlsoAntonelli Tops F1 2026 Ratings, Three World Champions Left Behind

Mekies mengakui, saat tiba di Melbourne untuk pembuka musim, timnya harus menerima kenyataan bahwa mereka tertinggal 1,2 detik dari mobil terdepan. "Kau sampai di Melbourne, dan kau mendapat hal positif yang besar: awan gelap tidak ada lagi, dan kami akan bertarung musim ini," ujarnya kepada RACER. "Tapi kemudian kenyataan pahitnya adalah kami tertinggal 1,2 detik. Itu sebenarnya cukup logis mengingat seberapa lama kami memforsir pengembangan tahun lalu."

ADVERTISEMENT

Mekies menjelaskan bahwa keterlambatan itu berasal dari sisi sasis dan mesin. Namun, ia tetap optimistis karena timnya punya kemampuan pengembangan yang luar biasa. Hanya dalam setengah musim, sebagian besar defisit 1,2 detik itu berhasil dikejar. "Kami sekarang mungkin hanya tertinggal 0,3 detik dari kecepatan puncak," katanya. "0,3 detik terakhir adalah yang paling sulit, dan hanya waktu yang bisa menjawab apakah kami bisa mendapatkannya."

Ia juga memuji kerja keras tim teknis yang dipimpin Pierre Wache dan Ben Hodgkinson. Berkat kerja mereka, Red Bull bisa kembali bersaing di papan atas, meraih podium atau bahkan kemenangan di beberapa balapan terakhir. "Saya tidak berpikir kami akan memasuki tahun depan dengan kerugian apa pun dibandingkan Mercedes, McLaren, atau Ferrari," tegas Mekies. "Itu berarti akan ada empat tim papan atas dengan peluang yang sama untuk mengembangkan mobil mereka dan bersaing merebut gelar tahun depan."

Peringatan ini jelas ditujukan kepada rival-rival Red Bull. Setelah melalui masa sulit, tim asal Austria itu percaya diri bisa tampil sebagai penantang serius pada 2027. Pertanyaannya sekarang, akankah mereka mampu mengatasi tantangan 0,3 detik terakhir yang sering kali menjadi pembeda antara juara dan sekadar penantang?

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU