Akhir pekan balap Formula 1 di Mexico City langsung diwarnai tantangan berat bagi Red Bull Racing. Sang juara bertahan Max Verstappen mengakui bahwa dirinya harus berjuang keras mengatasi cengkeraman ban yang minim di Autodromo Hermanos Rodriguez. Sesi latihan bebas hari Jumat tidak berjalan sepenuhnya mulus, memaksa tim insinyur bekerja lembur mencari solusi teknis.
Permasalahan utama yang dihadapi skuad asal Milton Keynes ini terletak pada performa mobil RB22. Direktur Teknik Pierre Wache secara terbuka mengungkapkan adanya masalah ketidakselarasan antara bagian depan dan belakang mobil. Gejala tersebut sangat terasa ketika pembalap memasuki fase pengereman, mencapai titik apex, hingga saat keluar tikungan.
Situasi pelik ini semakin diperparah oleh insiden di lintasan yang melibatkan Liam Lawson. Benturan tersebut merusak komponen aerodinamika penting pada mobil Verstappen, sehingga tim kehilangan downforce krusial. Akibat insiden ini, pengumpulan data penting selama sesi latihan menjadi terganggu, ditambah fakta bahwa Verstappen harus merelakan sesi latihan pertama kepada Ayumu Iwasa.

Menanggapi regulasi teknis baru yang dikombinasikan dengan karakteristik sirkuit dataran tinggi Meksiko, Verstappen menilai pengalamannya di balik kemudi terasa kurang menyenangkan. Karakteristik aerodinamika aktif pada regulasi anyar membuat mobil jauh lebih sering mengalami selip, sehingga pembalap dituntut ekstra sabar dalam mengendalikan kendaraan di tikungan.
Dilansir dari Motorsport.com, Pierre Wache menegaskan bahwa prioritas utama tim saat ini adalah membereskan masalah keseimbangan mekanis tersebut sebelum sesi berikutnya dimulai. Red Bull menyadari bahwa mereka masih tertinggal dalam hal kecepatan murni jika dibandingkan dengan rival terdekat mereka seperti Ferrari, sehingga perombakan setup wajib membuahkan hasil positif.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!