George Russell akhirnya kembali ke podium tertinggi di F1 2026. Setelah puasa kemenangan sejak Austria, pembalap Mercedes itu menaklukkan jalanan Baku dan menahan tekanan Max Verstappen hingga garis finis. Selisih hanya sepersepuluh detik—ketegangan terasa hingga tikungan terakhir.
Balapan di Baku City Street Circuit memang menyajikan drama khas sirkuit jalanan. Russell tampil dominan sejak latihan bebas, merebut pole dengan margin delapan persepuluh detik atas Charles Leclerc—yang disebut-sebut sebagai margin kualifikasi terbesar di era F1 modern. Namun, kemenangan tidak datang gratis. Verstappen dengan RB22 yang bertenaga menghantuiinya di paruh akhir balapan.
Russell: Akhir Pekan Tanpa Cela
Russell sendiri menyebut performanya "flawless". Ia memuncaki FP1, lalu meski Verstappen sempat mencuri P1 di FP3, Russell membalas dengan pole position gemilang. Dalam balapan, ia mengendalikan tempo, tetapi harus ekstra waspada karena Verstappen terus menempel. Kemenangan ini memangkas jarak Russell dari rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, menjadi 66 poin menjelang seri di Sepang.

Antonelli: Ujian Berat di Baku
Bagi Andrea Kimi Antonelli, Baku menjadi mimpi buruk. Insiden di Q1 menghancurkan suspensi depan kiri dan memaksanya start dari baris kedelapan. Tanpa pace murni, ia hanya bisa finis kelima setelah balapan 51 lap yang penuh perjuangan, termasuk kerusakan lantai saat restart Safety Car. Meski kehilangan poin, ia masih memimpin klasemen pembalap. Namun, kesalahan seperti ini bisa menjadi penentu juara.
Verstappen: Nyaris Sempurna
Max Verstappen kembali menunjukkan kelasnya. Masalah power unit di Q3 memaksanya start dari P8, tetapi ia mampu membawa RB22 ke posisi kedua dan nyaris menyalip Russell. Balapan menjadi permainan kucing-kucingan di fase akhir, dengan Verstappen terus menekan. Sayang, ia harus puas menjadi runner-up dengan selisih tipis.
Hadjar dan Kejutan Lainnya
Isack Hadjar melengkapi podium setelah comeback impresif bersama Red Bull pasca cedera pergelangan tangan saat libur musim panas. Sementara itu, Arvid Lindblad dan Liam Lawson terlibat insiden tabrakan saat restart, dan Esteban Ocon membuat pernyataan percaya diri setelah finis kedelapan: "Saya salah satu yang terbaik."
Dengan hasil ini, persaingan gelar semakin memanas. Russell mengirim sinyal bahwa ia belum menyerah, sementara Antonelli harus bangkit di Sepang. Verstappen? Ia masih ancaman terbesar bagi duo Mercedes.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!