Advertisement Sportrik
15s

Ralf Schumacher Sebut Aston Martin 2026 “Bencana Besar”

Ralf Schumacher Sebut Aston Martin 2026 “Bencana Besar”
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Mantan pebalap F1 Ralf Schumacher melontarkan kritik tajam terhadap kondisi Aston Martin menjelang musim Formula 1 2026, menyebut situasi tim asal Silverstone tersebut sebagai “bencana besar” setelah rangkaian tes pramusim yang mengecewakan.

Ekspektasi terhadap Aston Martin sebenarnya sangat tinggi sepanjang musim dingin. Tim telah resmi menempati fasilitas pabrik baru berteknologi tinggi di Silverstone dan mengamankan kemitraan pabrikan penuh dengan Honda, yang sebelumnya menikmati periode dominan bersama Red Bull pada era hybrid. Selain itu, tanggung jawab teknis juga semakin terpusat pada sosok desainer legendaris Adrian Newey, yang direkrut untuk memperkuat fondasi proyek jangka panjang tim.

Secara teori, kombinasi fasilitas baru, dukungan pabrikan, serta kepemimpinan teknis kelas dunia menempatkan Aston Martin sebagai kandidat kuat dalam era regulasi 2026 yang sepenuhnya baru. Namun realitas di lintasan justru menunjukkan gambaran berbeda. Dalam tes pramusim di Barcelona dan Bahrain, Aston Martin menghadapi sejumlah hambatan, mulai dari keterlambatan program, persoalan reliabilitas, hingga kekurangan performa murni dibanding rival langsung.

Racing Bulls Inaugurates State-of-the-Art Fuel Cell Plant
Read AlsoRacing Bulls Inaugurates State-of-the-Art Fuel Cell Plant

Ralf Schumacher, yang kini menjadi analis dan mantan pemenang enam grand prix, tidak menyembunyikan keterkejutannya atas performa tim tersebut.

“Ini adalah bencana besar dan, pada saat yang sama, sebuah kejutan tentu saja. Semua masalah datang bersamaan. Siapa yang menyangka? Honda sangat sukses bersama Red Bull dan terlihat seperti pilihan yang aman. Mereka juga ingin bertaruh besar pada komponen listrik, dan justru di situlah mereka sekarang memiliki masalah terbesar.”

Komentar tersebut menyoroti salah satu aspek paling krusial dari regulasi 2026, yakni peningkatan porsi tenaga listrik dalam power unit yang kini mendekati keseimbangan dengan mesin pembakaran internal. Kompleksitas sistem manajemen energi serta integrasi komponen elektrifikasi menjadi tantangan besar bagi seluruh pabrikan, namun menurut Schumacher, Aston Martin tampak tertinggal dalam aspek tersebut.

ADVERTISEMENT

Kondisi ini menjadi lebih mengkhawatirkan karena keberhasilan Honda pada era sebelumnya justru menjadi fondasi optimisme Aston Martin. Dalam kerja sama dengan Red Bull, Honda berhasil mengembangkan power unit yang kompetitif dan andal. Namun, regulasi baru menuntut pendekatan berbeda, khususnya dalam optimalisasi distribusi energi dan efisiensi sistem elektrifikasi.

Lebih jauh, Schumacher mengungkap bahwa tanda-tanda peringatan mungkin sudah muncul bahkan sebelum mobil turun ke lintasan. Ia mengutip pernyataan internal yang mengindikasikan adanya kendala dalam pengembangan aerodinamika.

“Bahkan Newey mengatakan sebelumnya: ‘Kami memiliki masalah di terowongan angin. Kami tertinggal tiga hingga empat bulan, mobilnya tidak bagus, dan mesinnya juga buruk’.

“Ini hampir tidak bisa lebih buruk lagi. Saya bertanya-tanya apakah mereka bahkan bisa menyelesaikan balapan pada awal musim, jika melihat apa saja yang harus diperbaiki dalam waktu sesingkat itu.”

Jika penilaian tersebut akurat, maka Aston Martin menghadapi kombinasi masalah fundamental: defisit pengembangan aerodinamika, integrasi power unit yang belum optimal, serta potensi risiko reliabilitas. Dalam era regulasi baru, ketertinggalan tiga hingga empat bulan dalam siklus pengembangan dapat berdampak signifikan karena setiap tim memulai dari titik desain nol.

ADVERTISEMENT

Di sisi pembalap, Fernando Alonso dan Lance Stroll dilaporkan kesulitan menemukan konsistensi selama pengujian, baik dalam simulasi jarak jauh maupun lap kualifikasi. Kurangnya stabilitas aerodinamika dan efisiensi tenaga pada lintasan lurus menjadi indikasi bahwa paket keseluruhan belum berada pada level kompetitif yang diharapkan.

Dengan Grand Prix Australia sebagai pembuka musim yang semakin dekat, Aston Martin kini berada dalam fase kritis. Perbaikan cepat pada area elektrifikasi dan penyempurnaan korelasi data terowongan angin dengan lintasan menjadi prioritas mutlak jika tim ingin menghindari awal musim yang merugikan secara poin maupun momentum teknis.

Musim 2026 diproyeksikan sebagai titik awal era baru Formula 1. Bagi Aston Martin, ini seharusnya menjadi momen validasi investasi besar dalam infrastruktur dan kemitraan strategis. Namun jika peringatan Schumacher terbukti akurat, tantangan awal musim bisa menjadi ujian paling berat bagi proyek ambisius tersebut sebelum benar-benar memasuki jalur kompetitif yang stabil.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free login.

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU