Oscar Piastri menatap balapan F1 di Sirkuit Sepang, Malaysia, dengan semangat baru. Pembalap McLaren itu ingin mengubah sinyal positif dari Azerbaijan menjadi hasil nyata, setelah menjalani musim 2026 yang penuh liku. Kembalinya F1 ke Malaysia setelah absen sejak 2017—setelah GP Bahrain dipindahkan akibat konflik Timur Tengah—menjadi panggung segar bagi Piastri untuk bangkit.
Di Baku, Piastri menunjukkan performa menjanjikan. Ia lolos kualifikasi ketiga, menyamai posisi start terbaiknya musim ini untuk ketiga kalinya setelah Jepang dan Italia. Namun, balapan berjalan buruk: lock-up di Tikungan 1 pada restart Safety Car kedua membuatnya melebar dan terpuruk, finis ke-14. Meski begitu, ia menilai akhir pekan itu sebagai peningkatan penting dalam performanya dan kemampuan McLaren mengoptimalkan mobil.
“Ada banyak kemunduran musim ini, tapi ada juga hal positif dari akhir pekan lalu,” ujar Piastri. “Baku adalah momen pertama di mana saya merasa benar-benar mengendalikan situasi dan kembali ke level yang saya inginkan. Hasilnya tidak sesuai harapan, tapi saya jauh lebih puas dengan performa pribadi dan cara tim mengeluarkan potensi mobil. Plafon mobil mungkin tidak setinggi di sirkuit lain, tapi saya merasa lebih dekat dengan batasnya. Saya harus mereplikasi ini di setiap balapan dan menyelesaikan hasilnya.”

Piastri kini telah lebih dari setahun tanpa kemenangan grand prix dan tidak naik podium sejak Miami Mei lalu. Ia berharap Sepang memberikan campuran yang lebih menguntungkan bagi McLaren, meski trek lurus panjang bisa jadi area lemah. “Ini trek yang belum pernah saya kendarai, jadi tantangan baru,” katanya. “Saya rasa lebih cocok untuk mobil kami dibanding Baku. Ada lebih banyak tikungan cepat, yang bagus untuk kami. Ada juga beberapa trek lurus panjang, yang bukan area terkuat. Tapi kami seharusnya cukup baik di sini.”
Minimnya pengalaman F1 di Sepang membuat adaptasi menjadi faktor kunci. “Ini ketidakpastian besar bagi semua karena trek ini tidak digunakan F1 selama 10 tahun. Akan ada banyak variabel, termasuk cuaca,” ujarnya. “Jadi bukan sekadar siapa punya mobil tercepat dan cocok dengan trek. Siapa yang bisa memecahkan masalah, strategi tepat, dan mengatasi cuaca akan unggul.”
Dengan karakter Sepang yang memiliki tikungan cepat dan trek lurus panjang, McLaren diyakini bisa tampil lebih kompetitif. Namun, Piastri menekankan pentingnya eksekusi sempurna. Ia bertekad memanfaatkan peluang dan mengakhiri paceklik podium. Balapan di Malaysia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Piastri dan McLaren untuk membuktikan diri di sirkuit yang penuh kejutan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!