Ketika Cadillac mulai mencari race team manager untuk debut F1 2026, mereka tidak perlu mencari jauh-jauh. Peter Crolla, yang telah lama mengabdi di Haas, menjadi target utama. Bagi Crolla, kesempatan membangun tim dari nol untuk kedua kalinya adalah tantangan yang menggoda.
"Saya sudah di Haas selama lebih dari sembilan tahun, dan saya pasti siap untuk perubahan dan tantangan baru. Saya butuh sesuatu untuk mengembalikan kegembiraan saya pada olahraga ini," ujar Crolla kepada Motorsport.com di GP Belgia, sebelum pergantian pimpinan tim.
Dalam wawancara tersebut, Crolla mengungkapkan bahwa periode sembilan bulan mempersiapkan tim di markas baru adalah momen paling menyenangkan dalam kariernya. "Mulai dari gedung kosong dan sebuah rencana, diberi wewenang untuk mewujudkan visi saya, itu luar biasa," katanya.

Crolla menekankan bahwa membangun tim dari nol bukan sekadar pekerjaan administratif. Sebagai race team manager, ia bertanggung jawab atas organisasi tim di lintasan, koordinasi dengan FIA, dan manajemen logistik. Namun, tantangan terbesar justru membangun fondasi tim, termasuk merekrut personel dan menyusun struktur.
Pengalamannya di Haas pada 2016 menjadi bekal berharga. "Saat itu F1 masih era Bernie Ecclestone. Skala adalah hal besar, dan itu juga pertama kalinya saya melakukannya. Saya banyak belajar," kenang Crolla. "Saya pikir itu mempersiapkan saya dengan baik untuk melakukannya untuk kedua kalinya."
Dengan dimulainya debut Valtteri Bottas di Cadillac, Crolla merasa bangga melihat tim yang ia bantu bangun mulai bersaing. "Ini bukan pekerjaan sembilan sampai lima. Ini tentang dedikasi dan cinta pada olahraga," tutupnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!