Sergio Perez merasa mendapat keistimewaan unik dalam kariernya bersama Cadillac di Formula 1. Setelah lama berkutat di papan tengah, pebalap Meksiko itu akhirnya mendapat kesempatan besar saat dipanggil Red Bull pada awal 2021.
Penampilannya yang heroik, terutama di Istanbul, membantu Max Verstappen meraih gelar juara dunia pertamanya dan membuatnya dijuluki 'Menteri Pertahanan'. Namun, segalanya memburuk di musim keduanya bersama tim asal Milton Keynes itu.
Puncaknya terjadi pada 2024, ketika ia didepak setelah finis dengan defisit 285 poin dari Verstappen. Setelah setahun absen, Cadillac meminangnya untuk memimpin tim pada musim debut mereka di F1.

“Saya benar-benar merasa ini adalah sebuah proyek,” ujarnya dalam podcast Beyond the Grid. “Saya merasa menjadi bagian dari era baru ini, membangun sesuatu dari nol. Tentu saya ingin menang dan bertarung di depan. Tapi jika tidak punya kesempatan itu, Cadillac adalah sesuatu yang sangat memotivasi saya.”
Memasuki 12 seri musim 2026, proyek yang didukung General Motors itu belum mencetak poin perdana. Namun hal itu tidak mengurangi keistimewaan yang dirasakan Perez. Di Red Bull, ia kerap kesulitan memperbaiki kelemahan mobil dengan filosofi ground-effect. Kini, ia merasa punya kendali lebih besar atas arah pengembangan mobil.
“Untuk pertama kalinya dalam karier saya, saya merasa lebih dari sekadar pembalap,” jelasnya. “Mereka banyak mendengarkan saya soal pengembangan. Hanya sedikit pembalap yang bisa mendapat kesempatan seperti ini.”
Meski optimistis, Perez menghadapi paruh kedua musim yang berat. Cadillac kini tertinggal dari Aston Martin. Namun dengan pengalaman dan peran barunya, ia siap membawa tim Amerika itu berkembang.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!