Akhir pekan yang berat kembali harus ditelan oleh Sergio Perez dalam seri balap Formula 1 di Texas, di mana sang pembalap asal Meksiko tersebut hanya mampu finis di posisi ke-19. Situasi sulit ini semakin mempertegas bahwa tingkat daya saing mobil Cadillac masih tertinggal jauh dari para rival di papan tengah maupun depan. Dengan hanya menyisakan lima balapan lagi hingga akhir musim kompetisi, skuad yang bermarkas di basisnya ini tercatat sebagai satu-satunya kontestan yang belum berhasil mendulang satu pun poin, sementara fokus internal mereka dikabarkan telah dialihkan sepenuhnya untuk pengembangan regulasi tahun depan.
Meskipun mendapati hasil minor di atas lintasan Austin, pembalap yang pernah memperkuat Red Bull Racing itu tetap berupaya melihat sisi positif yang bisa dijadikan bahan evaluasi oleh para teknisi tim. “Pukul rata, ini adalah akhir pekan yang cukup pelik,” ungkap Sergio Perez setelah merampungkan lomba di posisi ke-19. “Kendati demikian, saya rasa ada beberapa aspek positif yang bisa kami jadikan modal untuk bangkit. Kami hanya perlu terus bekerja keras dan menyerap pelajaran dari setiap situasi. Banyak hal bergantung pada karakteristik sirkuit; sepanjang balapan, saya sempat terkejut karena jarak kecepatan kami dengan rombongan lain ternyata sedikit lebih rapat dari perkiraan awal.”
Kini, atensi pebalap senior tersebut langsung terarah ke balapan kandang yang sangat dinantikannya di hadapan publik sendiri. “Sekarang saya sudah tidak sabar menantikan kedatangan ke Meksiko. Tampil di hadapan pendukung sendiri selalu menghadirkan atmosfer yang luar biasa emosional, dan tahun ini momentumnya bakal jauh lebih bermakna karena saya akan merayakan balapan Grand Prix ke-300 dalam karier saya,” imbuhnya penuh antusias menyambut akhir pekan spesial tersebut.

Nasib sial tidak hanya menimpa garasi sebelah, rekan setimnya yakni Valtteri Bottas juga harus memarkirkan kendaraannya di area run-off menjelang garis finis akibat kendala teknis yang mendadak pada power unit. Masalah mekanis tersebut memaksa pengawas perlombaan memberlakukan prosedur Virtual Safety Car, yang secara tidak langsung turut memengaruhi dinamika persaingan barisan depan antara Lewis Hamilton dan Max Verstappen dalam perebutan podium terakhir.
Menanggapi insiden tersebut, Valtteri Bottas menjelaskan bahwa gangguan teknis muncul tanpa ada tanda-tanda peringatan sebelumnya ketika ia melakukan pengereman di tikungan pertama. “Mesin tiba-tiba mengeluarkan bunyi yang tidak biasa, dan ketika saya menginjak pedal gas, suplai tenaga menjadi terputus-putus. Kami belum mengetahui secara pasti apa akar masalahnya, tetapi hingga saat itu strategi ban keras yang kami pilih sudah berjalan sesuai rencana awal,” pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!