Mantan Presiden Ferrari, Luca Cordero di Montezemolo, secara terbuka mengungkapkan rasa penyesalannya melihat talenta muda asal Bologna, Kimi Antonelli, justru berkembang bersama tim rival, Mercedes. Lahir di kota yang sama, Montezemolo merasa ada satu hal yang mengganjal di hatinya ketika menyaksikan sang pembalap belia mengenakan seragam perak alih-alih warna merah khas tim Kuda Jingkrak.
Kisah terlewatinya talenta luar biasa ini bermula jauh sebelum debut gemilang sang pembalap di kancah elit motorsport dunia. Ayah sang pembalap, Marco Antonelli, mengungkapkan kepada portal Formula Passion bahwa putranya sebenarnya sudah pernah mencicipi simulator di Maranello saat usianya baru menginjak sebelas tahun. Fasilitas tersebut bahkan merupakan simulator yang dikhususkan bagi para siswa akademi balap Ferrari, dan segala persiapan untuk merekrutnya telah tersusun rapi.
Namun, jalan sejarah berkata lain akibat keputusan manajemen di masa lampau. Saat itu, prinsipal tim Ferrari, Maurizio Arrivabene, memutuskan untuk menolak perekrutan tersebut dengan alasan bahwa sang anak masih terlalu belia untuk masuk ke dalam program pembinaan junior. Hanya berselang beberapa bulan dari penolakan tersebut, kubu Mercedes langsung bergerak cepat mengamankan sang talenta masa depan, sebuah keputusan yang kini mengubah peta kekuatan Formula 1 modern.

Giovanni Minardi, putra dari pendiri tim balap Giancarlo Minardi, turut mengonfirmasi bahwa pihaknya sempat berdiskusi dengan berbagai pihak untuk mencarikan jalur pembinaan terbaik bagi sang pemenang masa depan. Diskusi intensif dilakukan dengan kedua pabrikan raksasa sebelum akhirnya keluarga memilih partner yang mampu memberikan garansi pengembangan karier paling menjanjikan. Di sisi lain, mantan direktur olahraga Massimo Rivola juga sempat menyatakan niat kuatnya untuk mengikat kontrak sang pembalap sejak usia dini.
Memasuki usia 79 tahun, Montezemolo tetap memantau dekat perkembangan sang bintang muda yang diyakininya bakal mendominasi kejuaraan dunia Formula 1 selama bertahun-tahun ke depan. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada latar belakang keluarga yang membentuk karakter sang pembalap dengan nilai-nilai kehidupan yang kuat di tengah era modern ini, sekaligus menyayangkan fakta bahwa talenta sehebat itu terlewatkan dari markas besar Maranello yang hanya berjarak 20 menit berkendara.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!