Pedro Acosta mengambil tanggung jawab penuh atas kecelakaan yang merenggut kemenangan pasti di sprint race MotoGP Austria, Sabtu. Pembalap KTM itu memimpin nyaman sebelum terjatuh di chicane Tikungan 2/2A saat balapan menyisakan tiga lap.
Setelah pensiun, Acosta menjelaskan bahwa ia sedang memeriksa informasi di dasbor dan melewatkan titik pengereman. "Saya sedang mengecek sisa lap di dasbor, untuk melihat kondisi bahan bakar. Saya mengacaukannya, itu saja," ujarnya. "Saya kehilangan titik pengereman. Waktu yang salah untuk memeriksa hal yang ingin dicek. Tiga lap tersisa, tiga detik di depan."
Acosta menambahkan bahwa upaya mengelola keunggulan dengan pendekatan konservatif turut berkontribusi. "Juga, itu momen di mana saya sedikit mengurangi kecepatan agar tidak mengambil risiko... Saya kehilangan fokus karena ini. Besok, jika berada di posisi yang sama, saya tidak akan mengurangi kecepatan," tegasnya.

Namun, sesaat kemudian, Acosta memberikan pernyataan berbeda ketika ditanya tentang perubahan pendekatan untuk Grand Prix Austria pada Minggu. "Nol. Maksud saya, saya tidak punya apa-apa untuk hilang. Juga, saat ini saya menunjukkan kecepatan lebih, dengan hasil baik yang lebih konsisten. Jadi, besok, pendekatannya sama," tambahnya.
Acosta masih memburu kemenangan grand prix pertamanya seiring waktu yang semakin mendesak bersama KTM. Ia akan meninggalkan pabrikan Austria itu menuju tim pabrikan Ducati pada akhir musim ini. Insiden ini menjadi pukulan di kandang KTM, di mana ia diharapkan tampil impresif.
Kecelakaan itu juga mengubah jalannya sprint race. Jorge Martin memanfaatkan situasi untuk mengklaim kemenangan, sementara Acosta harus menelan pil pahit setelah tampil dominan.
Dengan hasil ini, Acosta kehilangan poin berharga dalam perburuan klasemen. Ia harus segera bangkit untuk balapan utama Minggu jika ingin menjaga peluang di sisa musim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!