Pecco Bagnaia akhirnya mengungkap bahwa crash yang menghancurkan peluang podium MotoGP Prancis 2026 disebabkan masalah teknis pada motor Ducati. Meski gagal finis di Le Mans, Bagnaia mengaku membawa seluruh hal positif menuju MotoGP Catalunya akhir pekan ini.
Akhir pekan di Le Mans sebenarnya menjadi performa terbaik Bagnaia sepanjang musim 2026. Juara dunia MotoGP dua kali tersebut berhasil merebut pole position, finis kedua pada Sprint Race, dan sempat mempertahankan posisi podium sebelum terjatuh dengan 10 lap tersisa pada grand prix utama.
Sebelum crash terjadi, Bagnaia bahkan sempat mencatat fastest lap dan tampil sebagai Ducati tercepat di tengah dominasi Aprilia melalui Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura.

Bagnaia mengakui ada masalah kecil pada motornya yang mempengaruhi performa sepanjang grand prix hingga akhirnya berujung crash front-end di Le Mans.
“Saya dibatasi oleh masalah kecil pada motor yang memperlambat kami. Kami tahu jelas apa yang terjadi dan tim sudah bekerja untuk mencoba memperbaikinya,” ujar Bagnaia.
Meski menolak menjelaskan detail teknis masalah tersebut, pembalap Italia itu yakin Ducati sudah menemukan arah solusi untuk MotoGP Catalunya.
“Saya percaya diri bahwa untuk akhir pekan Catalunya nanti, berkat pekerjaan yang kami lakukan di Le Mans, kami akan memiliki solusi,” lanjutnya.
Bagnaia menilai performa Le Mans tetap memberikan sinyal positif besar bagi Ducati setelah beberapa seri sebelumnya kesulitan mengejar kecepatan Aprilia pada era MotoGP 2026.
“Kami cepat sejak awal akhir pekan dan selalu dekat dengan pembalap terkuat, bahkan meraih pole position. Dalam balapan kami juga menjaga pace pembalap terbaik dan tetap berada di posisi podium,” jelas Bagnaia.
Barcelona dipandang sebagai salah satu sirkuit yang secara historis sangat cocok dengan karakter Desmosedici GP. Karena itu, Ducati berharap bisa langsung bangkit pada MotoGP Catalunya sekaligus memanfaatkan official test hari Senin untuk mempercepat pengembangan motor.
Situasi Ducati akhir pekan ini juga menjadi semakin penting karena Bagnaia akan menjadi satu-satunya pembalap Ducati Lenovo Team setelah Marc Marquez absen akibat operasi bahu dan kaki.
Dengan Aprilia mulai mendominasi perebutan kemenangan grand prix musim ini, tekanan terhadap Bagnaia kini semakin besar untuk menjaga Ducati tetap berada dalam persaingan perebutan gelar dunia MotoGP 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!