MotoGP, Sportrik Media - Pembalap Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, membantah keras anggapan bahwa performa buruknya di MotoGP 2025 disebabkan oleh kehadiran Marc Marquez sebagai rekan setim. Juara dunia dua kali ini menegaskan bahwa masalahnya tetap ada meski Marquez kini absen karena cedera. "Saya bermasalah saat dia di lintasan, dan saya bermasalah sekarang saat Marc di rumah," ujar Bagnaia di Grand Prix Malaysia 2025.
Bagnaia menghadapi musim yang sulit dengan motor GP25, terutama setelah jeda musim panas. Meski menang di Jepang, ia gagal mencetak poin di tiga dari empat putaran terakhir, termasuk Australia. Dengan Marquez absen hingga akhir musim, tekanan semakin besar bagi Bagnaia untuk membawa harapan Ducati, namun ia menolak narasi bahwa Marquez adalah penyebab utama.
Bahkan mentor Bagnaia, Valentino Rossi, sempat mengaitkan kesulitan mental akibat berbagi tim dengan Marquez sebagai faktor penurunan performa. Namun, Bagnaia menepisnya. "Saya bisa bilang apa yang saya mau, tapi orang boleh percaya atau tidak," katanya kepada Sky Italy. "Masalahnya berbeda."
Fokusnya kini adalah mengatasi isu teknis yang telah menghambatnya sejak awal musim, terutama stabilitas dan traksi motor, yang memburuk sejak sprint Austria.
Akhir pekan Bagnaia di Malaysia tidak dimulai dengan ideal. Ia finis ke-12 di sesi latihan, gagal lolos langsung ke Q2. Namun, ia merasa ada kemajuan. "Hari ini agak kacau di akhir sesi, dan kami tidak masuk Q2," ujarnya. "Tapi setelah dua akhir pekan terakhir, sulit membayangkan kembali kompetitif. Kami sudah membuat langkah kecil ke depan, meski ada kendala."
Bagnaia menyoroti masalah di sektor terakhir lintasan Sepang. "Di Tikungan 14 dan 15, saya tidak bisa membuka gas penuh karena kurang traksi. Masalah dimulai dari masuk tikungan, saya kesulitan memutar motor dan memanfaatkan pengereman," jelasnya. “Gerakan motor yang berlebihan ini sudah ada sejak awal tahun, kadang lebih parah, kadang lebih ringan. Sayangnya, belakangan ini sangat mengganggu.”
Dengan Q1 yang kompetitif menanti, termasuk persaingan dengan pembalap seperti Marco Bezzecchi dan Fermin Aldeguer, Bagnaia harus mengatasi isu teknis untuk kembali ke barisan depan. Analisis mendalam Sportrik menunjukkan bahwa langkah kecil Bagnaia di Sepang adalah tanda positif, tetapi masalah stabilitas motor harus segera diatasi untuk menjaga harapan Ducati di sisa musim 2025.
Absennya Marquez memberi Bagnaia tanggung jawab lebih besar, tetapi juga peluang untuk membuktikan bahwa penurunannya bukan karena dinamika tim. Balapan Minggu, dengan ancaman hujan di Sepang, akan menguji kemampuan Bagnaia mengelola motor di bawah tekanan.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!