Nasib pahit menimpa Matt Payne dalam balapan sprint yang berlangsung di sirkuit Bathurst. Pembalap Grove Racing itu harus rela melihat gelar juara sprint cup melayang setelah mesin mobilnya mengalami masalah di tengah perlombaan.
Padahal, Payne datang dengan modal 110 poin dan hanya butuh finis di posisi 17 untuk mengunci gelar. Namun, saat berada di posisi kelima, mesin mobilnya bermasalah dan memaksanya masuk ke garasi pada paruh kedua balapan 200 km tersebut.
Kegagalan ini membuka peluang besar bagi pemimpin balapan, Broc Feeney, untuk merebut gelar. Feeney hanya perlu finis di posisi tiga besar untuk memastikan gelar juara sprint cup menjadi miliknya.

Payne awalnya bertahan di dalam mobil sementara tim mencoba mendiagnosis masalah, namun akhirnya mereka menyerah. "Rasanya menyebalkan," ujar Payne. "Saya merasa kami melakukan semuanya dengan benar hari ini. Mungkin bukan hari yang mudah di belakang kemudi. Tapi kami punya start yang baik dan berhasil melewati Chaz [Mostert] dan berada di posisi yang nyaman, bekerja sama dengan Kai [Allen]. Tiba-tiba mesinnya berbunyi seperti ada masalah kelistrikan. Saya sangat kecewa. Saya berharap bisa mengunci gelar juara sprint, tapi apa boleh buat."
CEO Grove Racing, Brenton Grove, juga menggambarkan kejadian ini sebagai pukulan yang pahit. "Ini tidak menyenangkan. Kami semua sudah bekerja keras dan Matt tampil tanpa cela," kata Grove. "Keandalan mekanis kami mungkin salah satu yang terbaik di tim, dan sayangnya hari ini ada yang salah. Kami tidak mendapat peringatan sebelumnya. Kami akan mencoba bangkit dan memastikan kami kembali lebih kuat."
Kegagalan Payne menjadi insiden mesin kedua yang menonjol dalam balapan tersebut, setelah sebelumnya Chaz Mostert juga mengalami masalah serupa pada Toyota Supra miliknya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!