Oliver Solberg belum pulih sepenuhnya dari cedera punggung yang ia derita di Rally Finlandia. Pebalap asal Swedia itu mengaku masih menggunakan penyangga perut sebagai tindakan pencegahan, namun ia tetap nekat turun di Rally Paraguay akhir pekan ini.
Cedera itu terjadi pada pass pertama di stage Himos, Minggu lalu. Solberg sempat kesakitan hebat, tetapi ia tetap memaksakan diri menyelesaikan Power Stage. Setelah finis, ia bahkan tak bisa berbicara dengan media karena kondisinya yang kritis. Kini, di Amerika Selatan, ia memberikan kabar terbaru.
“Itu pendaratan yang keras. Punggung saya sangat sakit dan memar parah. Sejujurnya, saya seperti mendapat keajaiban karena bisa menyelesaikan Power Stage. Saya harus digotong keluar dan masuk mobil lagi. Sungguh luar biasa,” kenang Solberg.

“Saya memakai penyangga besar di sekitar perut untuk menjaga semuanya tetap ketat. Itu hanya tindakan pencegahan. Begitu saya terikat dengan benar, semuanya akan baik-baik saja,” tambahnya.
Kondisi di Rally Paraguay diprediksi sangat menantang. Jika hujan deras benar-benar turun, semua pebalap akan menghadapi ujian berat. Solberg bahkan menyebut kondisinya bisa lebih buruk daripada saat reli di Afrika.
“Sepertinya kita tidak akan mendapat hujan sedikit. Jujur, ini lebih mirip Air Terjun Niagara. Saat hujan datang, kondisinya akan jauh lebih parah daripada di Afrika. Itu memberi gambaran betapa sulitnya di sini,” jelas Solberg.
Selain cuaca, faktor ban juga menjadi kunci. Solberg sadar ban yang digunakan tahun ini lebih rentan bocor dibanding tahun lalu. Jalur reli yang berbatu dan kasar pun menambah risiko. “Kamu harus mengemudi dengan baik dan cepat, tapi kebocoran ban juga akan ikut bermain. Sepertinya butuh sedikit keberuntungan dengan ban,” pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!