WRC, Sportrik Media – Oliver Solberg menegaskan target realistis podium di Rally Sweden 2026 meski datang sebagai pemimpin klasemen Kejuaraan Dunia Reli FIA bersama Toyota Gazoo Racing.
Solberg mencatat rekor 100 persen finis podium dengan Toyota GR Yaris Rally1 musim ini, termasuk kemenangan impresif di Monte Carlo yang membawanya memimpin klasemen untuk pertama kalinya. Namun pada putaran kandangnya di Swedia, pembalap 24 tahun itu menyadari tantangan unik sebagai pembuka jalan – posisi yang belum pernah ia alami sebelumnya di level tertinggi WRC.
“Masih banyak yang harus dipelajari,” ujar Solberg kepada DirtFish.
“Pertama kali dengan mobil ini di atas salju, pertama kali membuka jalan, jadi ada banyak hal yang harus saya adaptasi.”
“Tujuan saya adalah hasil yang konsisten, dan saya akan sangat senang dengan podium.”
Sebagai pembuka jalan pada etape-etape awal, Solberg menghadapi risiko kehilangan waktu akibat sapuan salju segar, terutama pada lintasan sempit dengan level grip yang berubah cepat. Prinsipal tim Jari-Matti Latvala menilai loop kedua pada Jumat akan menjadi faktor penentu.
“Lintasan pertama pada Jumat seharusnya baik-baik saja, tetapi pertanyaannya bagaimana ia mengelola loop kedua ketika jalur menyempit dan grip berubah,” kata Latvala kepada DirtFish.
“Jika ia bisa mengelola itu, maka ia bisa bertarung untuk kemenangan. Tetapi jika kehilangan banyak waktu atau membuat kesalahan kecil, itu bisa menjadi sulit.”
Latvala juga menegaskan bahwa aspek kecepatan dan motivasi bukan persoalan bagi Solberg, tetapi pengalaman membuka jalan di WRC masih menjadi variabel baru. Ia juga mengingatkan ancaman dari rekan satu timnya Elfyn Evans dan Takamoto Katsuta yang sama-sama menargetkan kemenangan di Swedia.
Menanggapi komentar tersebut, Solberg menyebut kunci utamanya adalah memiliki “jendela kerja mobil yang besar” dan menjaga konsistensi.
“Miliki mobil yang progresif dan mudah dikendarai, lalu cobalah se-konsisten mungkin di setiap etape dan hindari kesalahan. Itu kuncinya.”
“Jika saya bisa tetap bersih pada Jumat dan berada di posisi kompetitif, maka mendorong lebih keras pada Sabtu dan Minggu sangat mungkin.”
Rally Sweden belum menghasilkan pemenang tuan rumah sejak Kenneth Eriksson menang bersama Subaru pada 1997. Meski demikian, Solberg menegaskan tidak merasakan tekanan tambahan.
“Saya memberi tekanan pada diri sendiri, tetapi saat ini saya realistis. Ada terlalu banyak salju di dua etape pertama. Jadi mengapa panik? Tidak ada yang bisa saya lakukan.”
Dengan kondisi cuaca ekstrem dan posisi start terdepan, akhir pekan ini akan menjadi ujian manajemen risiko bagi Solberg. Konsistensi pada hari pertama diyakini akan menentukan apakah ia mampu mempertahankan momentum awal musim sekaligus menjaga keunggulan klasemen menuju fase berikutnya WRC 2026.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!