Oliver-Bearman melontarkan kritik keras terhadap keputusan pengawas balap yang menjatuhkan hukuman penalti 10 detik kepadanya dalam ajang Grand Prix Amerika Serikat 2026. Pembalap muda asal Inggris tersebut menilai bahwa sanksi yang diterimanya sangat berlebihan dan tidak masuk akal jika dibandingkan dengan insiden-insiden serupa sepanjang musim ini. Kontroversi ini bermula ketika balapan baru saja dilanjutkan selepas periode virtual safety car, di mana ia mencoba melakukan manuver agresif di area tikungan krusial untuk memperbaiki posisi di barisan tengah.
Dalam upaya menyalip pembalap Alpine yakni Pierre Gasly menuju area pengereman Tikungan 12 hingga Tikungan 13, insiden senggolan tidak dapat dihindarkan. Ban depan sebelah kiri mobilnya bersentuhan dengan sisi kanan kendaraan lawan saat ia berusaha menempel di jalur dalam lintasan. Akibat kejadian tersebut, pengawas balap langsung melakukan investigasi mendalam dan menetapkan bahwa manuver tersebut memicu tabrakan yang berbuah hukuman waktu 10 detik penuh bagi sang debutan.
Ia mengaku sangat terkejut dengan keputusan tersebut dan menganggap insiden itu murni sebagai insiden balapan biasa tanpa ada unsur kesengajaan berbahaya. Menurutnya, penalti waktu 10 detik adalah angka yang terlampau berat mengingat beberapa insiden lain musim ini justru dibiarkan begitu saja tanpa hukuman atau hanya diganjar penalti lima detik. Ia merasa sudah menempatkan sebagian besar bagian mobilnya di samping lawan dan terpaksa naik ke atas kerb karena tidak diberikan ruang yang cukup untuk menghindar sepenuhnya.

Dampak dari senggolan kecil tersebut ternyata jauh lebih parah pada aspek teknis kendaraan Haas miliknya ketimbang sanksi waktu yang diberikan. Sentuhan ringan tersebut membuat bagian papan lantai mobilnya kendur dan perlahan-lahan terlepas akibat getaran hebat selama beberapa putaran berikutnya. Kondisi aerodinamika dan keseimbangan kendaraan langsung merosot drastis hingga mencapai tahap yang membahayakan, memaksa tim untuk mengakhiri balapan lebih cepat demi menghindari kerusakan mesin yang lebih fatal.
Sebelum memutuskan untuk menghentikan kendaraan dan masuk ke garasi, ia sempat mengambil inisiatif sendiri untuk membiarkan rekan setimnya yakni Esteban Ocon melaju mendahuluinya tanpa menunggu instruksi dari dinding pit. Keputusan sportif ini diambil karena ia sadar lajunya sudah sangat lambat dan menahan rekan satu garasi hanya akan merugikan peluang kolektif tim dalam memperebutkan posisi terbaik di klasemen konstruktor melawan para rival terdekat mereka.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!