Sebastien Ogier harus menerima kenyataan pahit bahwa mimpinya meraih gelar dunia kesepuluh di WRC musim ini sirna. Kepastian itu datang setelah FIA resmi membatalkan Rally Saudi Arabia pada Kamis, yang seharusnya menjadi penutup musim. Kini, Rally Sardinia yang dijadwalkan pada 1–4 Oktober mendatang akan menjadi penentu gelar.
Dengan hanya menyisakan satu putaran, Ogier yang saat ini berada di posisi keempat klasemen dengan 171 poin tidak lagi memiliki kesempatan matematis untuk mengejar pemuncak klasemen Elfyn Evans yang mengoleksi 230 poin. Jarak 59 poin di antara keduanya mustahil terpangkas karena maksimal poin yang bisa diraih di Sardinia hanya 35. Ini menjadi pukulan telak bagi pembalap Toyota itu, yang sebelumnya berambisi mencetak sejarah sebagai juara dunia sepuluh kali.
Kans Ogier sebenarnya sudah tipis sejak beberapa seri terakhir, tetapi pembatalan Rally Saudi Arabia benar-benar menutup pintunya. Ia pun dipastikan gagal menyamai rekor sembilan gelar dunianya sendiri. Kini, perhatian beralih ke tiga pembalap yang masih berpeluang juara: Evans, Sami Pajari, dan Oliver Solberg.

Evans, yang telah lima kali menjadi runner-up WRC, berada di ambang gelar perdananya. Ia unggul 17 poin atas rekan setimnya di Toyota, Sami Pajari, yang menempati posisi kedua. Sementara itu, Oliver Solberg berada di posisi ketiga dengan selisih 21 poin dari Evans. Bagi Pajari dan Solberg, ini adalah pertama kalinya mereka bersaing ketat dalam perebutan gelar juara dunia.
Musim ini dipastikan akan melahirkan juara dunia baru, menggantikan Thierry Neuville yang meraih gelar pada 2024. WRC memang belum lama ini menyambut juara baru, dan kini tradisi itu berlanjut. Evans, yang telah lama menanti momen ini, memiliki peluang emas untuk mengakhiri penantiannya.
Rally Sardinia akan menjadi panggung drama akhir musim. Dengan karakter lintasan gravel yang keras dan cuaca yang tak menentu, ajang ini kerap menjadi penentu yang brutal. Evans hanya butuh konsistensi, sementara Pajari dan Solberg harus tampil agresif jika ingin mencuri gelar. Ketegangan pasti akan terasa hingga tikungan terakhir.
Bagi Ogier, ini adalah akhir dari babak perburuan gelar musim ini. Namun, sebagai pembalap veteran dengan sembilan gelar, ia tentu akan tetap tampil kompetitif di Sardinia untuk membantu tim dan mungkin memainkan peran kunci dalam perebutan gelar di antara rekan-rekannya. Yang jelas, WRC 2026 akan menobatkan juara baru, dan sejarah sedang menanti untuk ditulis.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!