Moto3 Siap Naik Kapasitas Mesin Usai 2027

MOTO3
©Foto: Randy van Maasdijk & RvM Photography

MotoGP, Sportrik Media - Kelas Moto3 diproyeksikan memasuki fase transformasi besar setelah 2027, dengan peningkatan kapasitas mesin dari 250cc menjadi 500cc atau bahkan 700cc, serta kemungkinan beralih ke format single-make demi efisiensi biaya dan relevansi pengembangan pembalap.

Sejak menggantikan era 125cc dua-tak pada 2012, Moto3 menggunakan mesin empat-tak 250cc dalam format prototipe dengan beberapa pabrikan. Namun, wacana perubahan regulasi ini telah dikonfirmasi oleh Chief Sporting Officer Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, yang menyatakan bahwa evaluasi terhadap masa depan Moto3 memang tengah dilakukan.

Ezpeleta sebelumnya menilai jarak performa antara Moto3 dan kelas 765cc Moto2 saat ini terlalu besar, sehingga jalur pengembangan pembalap menuju kelas menengah dan akhirnya ke MotoGP menjadi kurang ideal.

Direktur Teknologi MotoGP Corrado Cecchinelli menegaskan bahwa terdapat lebih dari satu alasan mengapa Moto3 membutuhkan perubahan. Salah satunya adalah faktor fisik generasi pembalap muda yang kini memiliki postur lebih besar dibanding satu dekade lalu.

Moto3
©Foto: Randy van Maasdijk & RvM Photography

“Mesin Moto3 saat ini tampak terlalu kecil dan kurang bertenaga untuk pembalap yang lebih berat dan lebih tinggi,” jelas Cecchinelli. Ia juga mengaitkan hal ini dengan peningkatan batas usia minimum yang diberlakukan oleh FIM dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut bertentangan dengan tujuan utama Moto3 sebagai jalur ideal menuju MotoGP. “Kami tidak ingin memiliki kategori di mana hanya pembalap bertubuh kecil yang bisa unggul,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Selain aspek teknis dan fisik, faktor ekonomi menjadi pertimbangan krusial. Meskipun Moto3 telah menerapkan batas harga (price cap) untuk mesin, gearbox, dan komponen lainnya, statusnya sebagai kategori prototipe dengan persaingan antar pabrikan — saat ini KTM dan Honda — terus mendorong kenaikan biaya.

“Moto3 menjadi jauh lebih mahal dari yang kami perkirakan,” ujar Cecchinelli. Ia menjelaskan bahwa meskipun terdapat batas harga resmi, pabrikan kerap mengeluarkan dana lebih besar demi mengejar keunggulan kompetitif, yang pada akhirnya memicu respons serupa dari rival.

Dalam praktiknya, pabrikan dapat membangun mesin atau paket teknis yang melebihi batas biaya resmi, dengan asumsi bahwa kesuksesan di lintasan akan menutup defisit finansial tersebut. Siklus ini kemudian menciptakan eskalasi biaya yang berkelanjutan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dorna dan pemangku kepentingan mempertimbangkan langkah radikal berupa penghapusan persaingan antar pabrikan melalui sistem single-supplier. Cecchinelli menilai pendekatan ini akan membuat mekanisme price cap lebih efektif dan terkontrol.

“Memiliki satu pemasok tunggal memastikan tidak ada pihak yang mengeluarkan biaya lebih dari batas yang ditentukan,” jelasnya. Lebih jauh, ia mengindikasikan bahwa batas biaya masa depan bahkan dapat dipangkas hingga setengah dari angka saat ini.

Pengurangan drastis tersebut berpotensi memberikan dampak finansial signifikan bagi tim, yang menjadi pengguna akhir dalam struktur biaya Moto3. Dengan biaya lebih rendah, aksesibilitas dan keberlanjutan kompetisi dapat terjaga.

Jika Moto3 beralih menjadi kategori satu merek, format tersebut akan lebih sejalan dengan struktur Moto2 yang menggunakan sasis terbuka namun mesin tunggal dari Triumph. Sementara itu, MotoGP tetap mempertahankan rivalitas prototipe penuh antar pabrikan, kecuali pada sektor ban dan elektronik.

Perubahan regulasi pasca-2027 ini berpotensi menjadi reformasi terbesar dalam sejarah Moto3 sejak transisi dari 125cc ke 250cc empat-tak. Tujuannya bukan hanya meningkatkan performa dan relevansi teknis, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi dan jalur pembinaan pembalap menuju kelas utama.

Keputusan final mengenai spesifikasi mesin dan format kompetisi belum diumumkan secara resmi. Namun arah diskusi yang diungkap para pejabat teknis menunjukkan bahwa Moto3 sedang bersiap memasuki era baru yang lebih besar—secara harfiah dan strategis.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

LIVE: F1 Bahrain Test 2026 Hari Pertama

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU