F1, Sportrik Media - Isu dugaan “kecurangan” terhadap Mercedes mencuat dalam perdebatan regulasi power unit F1 2026, khususnya terkait rasio kompresi mesin yang dikembangkan oleh divisi High Performance Powertrains (HPP). Namun, berdasarkan pernyataan resmi FIA, tidak pernah ada pembahasan bahwa tim tersebut melanggar aturan.
Kontroversi ini berawal dari temuan bahwa Mercedes HPP mampu mengoperasikan mesin dengan rasio kompresi hingga 18:1, sementara dalam diskusi awal regulasi 2026, target yang disepakati adalah 16:1. Celah muncul karena regulasi teknis hanya secara eksplisit menyebut pengukuran rasio kompresi dilakukan pada suhu ambien, tanpa menyebut kondisi temperatur operasional mesin saat panas.
Situasi ini memicu keberatan dari sejumlah pabrikan lain seperti Ferrari, Audi, Honda, serta Red Bull Powertrains. Mereka mendorong revisi aturan melalui e-vote di Power Unit Advisory Committee (PUAC) agar pengukuran rasio kompresi juga dilakukan pada temperatur representatif 130 derajat Celsius, dengan rencana implementasi mulai Agustus 2026.

Sebagai regulator teknis, FIA menegaskan bahwa tidak ada tindakan ilegal yang dilakukan. Direktur teknis single-seater FIA, Nikolas Tombazis, secara eksplisit menyatakan bahwa isu “cheating” tidak pernah menjadi topik resmi dalam diskusi internal.
“Ada banyak nuansa dalam membahas hal ini, karena ada maksud regulasi dan ada apa yang tertulis secara harfiah. Dalam diskusi, tidak pernah ada topik bahwa seseorang melakukan kecurangan atau melanggar aturan,” jelas Tombazis kepada media internasional.
Menurut FIA, yang terjadi adalah perbedaan antara “intention of the regulation” dan “wording of the regulation”. Dalam setiap era regulasi baru, interpretasi teknis yang melampaui maksud awal kerap muncul sebelum dilakukan klarifikasi.
Analisis Sportrik Media
Berdasarkan data resmi dan kronologi yang tersedia, Sportrik Media menganalisis bahwa kasus ini bukanlah pelanggaran regulasi, melainkan eksploitasi celah interpretasi teknis yang secara hukum masih berada dalam batas aturan tertulis.
Secara teknis, rasio kompresi yang lebih tinggi dapat memberikan efisiensi termal lebih baik serta potensi peningkatan performa pembakaran. Namun, tanpa pengukuran pada suhu operasional tinggi, aturan lama memang menyisakan ruang interpretasi.
FIA kini berupaya menutup celah tersebut melalui mekanisme resmi, bukan melalui sanksi. Untuk mengubah regulasi, dibutuhkan supermajority dalam PUAC serta persetujuan FIA dan Formula One Management (FOM). Ini menunjukkan bahwa proses yang ditempuh bersifat struktural, bukan investigatif.
Dari sudut pandang keseimbangan kompetitif, langkah revisi di pertengahan musim 2026 juga mencerminkan pendekatan hati-hati regulator agar tidak mengganggu stabilitas awal era power unit baru.
Kesimpulan
Berdasarkan pernyataan resmi FIA dan dinamika PUAC, tidak ada bukti bahwa Mercedes melakukan kecurangan. Yang terjadi adalah perbedaan interpretasi teknis yang kini sedang diklarifikasi melalui mekanisme regulatif resmi.
Perdebatan ini menegaskan kompleksitas era F1 2026, di mana detail kecil dalam redaksi aturan dapat menciptakan implikasi besar pada performa. Keputusan akhir e-vote akan menjadi penentu arah keseimbangan teknis dalam jangka panjang.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!