Kebingungan melanda paddock Formula 1 terkait status Colton Herta dan dokumen izin mengemudinya yang krusial. Berdasarkan regulasi resmi FIA, pembalap asal Amerika Serikat tersebut saat ini tercatat masih mengantongi 39 poin superlicence, yang berarti dirinya masih kurang satu angka krusial untuk memenuhi syarat mutlak turun sebagai pembalap utama di ajang jet darat.
Situasi ini memicu perdebatan panjang karena banyak pihak mengira sang pembalap sudah mengamankan 40 poin penuh setelah merampungkan jarak lebih dari 100 kilometer dalam sesi latihan bebas di GP Meksiko. Sesi FP1 tersebut sempat diyakini sebagai penentu kelengkapannya, namun realitas administratif di balik layar ternyata jauh lebih kompleks daripada dugaan awal para pengamat.
Berdasarkan regulasi Kode Olahraga Internasional FIA, ada dua metode utama dalam akumulasi poin dari kejuaraan pendukung. FIA dapat menghitung perolehan angka dalam kurun waktu tiga tahun kalender terakhir, atau mengambil dua tahun sebelumnya ditambah poin dari musim berjalan yang memberikan total tertinggi bagi sang pembalap.

Dalam kasus Herta, perhitungan merujuk pada tiga tahun sebelumnya ditambah poin latihan bebas F1 tahun ini. Ia membawa bekal 35 poin dari ajang IndyCar ditambah empat angka dari partisipasinya di sesi latihan bebas Formula 1. Titik kerumitan utama terletak pada perolehan poin IndyCar tahun 2025 yang sempat memicu perdebatan sengit di dalam paddock.
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut yang dikonfirmasi kepada Motorsport.com, FIA menetapkan bahwa Herta menempati peringkat ketujuh dalam klasemen akhir IndyCar 2025 setelah melalui investigasi ketat. Peringkat ketujuh tersebut hanya memberikannya empat poin, alih-alih enam poin seperti posisi keenam yang sempat dikira publik, sehingga total akhir sang pembalap tertahan di angka 39.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!